1kabar.com — Deli Serdang | Nama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Samsuar Sinaga dicatut orang tak dikenal untuk melakukan penipuan dengan modus pemesanan nasi kotak dalam jumlah besar, Rabu (16/09/2026).
Sejumlah rumah makan dan pelaku usaha di Kabupaten Deli Serdang mengaku dihubungi via WhatsApp oleh seseorang yang mengatasnamakan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Dari tangkapan layar yang beredar, Nomor WhatsApp +62 858-3919-8029 menghubungi pelaku usaha dan mengaku dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Dalam percakapan, pelaku menyebut membutuhkan 200 kotak nasi untuk tanggal 16 dan 17 September 2026. Nomor tersebut juga beberapa kali melakukan panggilan suara dan mengirimkan dokumen berjudul “Formulir Kerja Sama Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang” serta meminta formulir diisi dan ditandatangani untuk diajukan ke pimpinan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang memastikan nomor tersebut bukan milik Samsuar Sinaga.
“Gak tau, karena bukan kita dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Foto dan nomor dibuat disitu,” ujar Samsuar Sinaga saat dikonfirmasi 1kabar.com via pesan dan telepon WhatsAppnya, Rabu (16/09/2026).
Samsuar Sinaga membenarkan pencatutan namanya sudah terjadi seminggu lalu. Bahkan, pemilik usaha ayam penyet dari Kecamatan Beringin sempat menemuinya langsung.
“Pemilik usaha ayam penyet itu menemui saya dan mengatakan bahwa saya sudah tua, namun yang menelepon mengaku nama saya terdengar seperti anak remaja. Saat ditanya mereka dimana, posisi dijawab pelaku di Jambi,” ungkap Samsuar Sinaga, Rabu (16/09/2026).
Ia menegaskan tidak pernah memesan nasi kotak seperti yang disebutkan pelaku.
“Justru kita yang keberatan seharusnya, lalu kita umumkan ke status dan grup-grup WhatsApp, gak usah dipercaya,” kata Samsuar Sinaga, Rabu (16/09/2026).
Samsuar Sinaga menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan klarifikasi ke grup Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang bahwa permintaan tersebut tidak benar dan hingga kini belum melapor ke kepolisian. Masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan mengatasnamakan pejabat pemerintah.(***)













