Dugaan Korupsi Pengadaan 15.000 Jilbab dengan Nilai Rp. 525 Juta, Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang Desak Proses yang Melibatkan Istri Bupati Aci

Teks Foto : Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakyat Bersatu (AMARA-SUMUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Deli Serdang, pada Rabu (16/09/2026)/(Doks Foto/Istimewa)

1kabar.com — Deli Serdang | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakyat Bersatu (AMARA-SUMUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Deli Serdang, pada Rabu (16/09/2026).

Massa menuntut Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan menjelaskan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pengadaan 15.000 potong jilbab dengan nilai anggaran Rp. 525.000.000, yang bersumber dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025, yang diduga mencatut istrinya selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Deli Serdang, Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan.

Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk bertuliskan, “Tangkap Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Deli Serdang Hj. Jelita” di Pagar Kantor Bupati Deli Serdang serta melakukan orasinya di depan Gerbang yang dijaga ketat Satpol PP Kabupaten Deli Serdang bersama Polresta Deli Serdang. Massa sempat menggedor pagar besi karena gerbang dikunci dan mendesak Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan keluar menemui mereka.

Koordinator Aksi, Imam mengatakan hasil investigasi mereka menemukan dugaan kejanggalan dalam pengadaan tersebut.

“Kami menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian antara barang yang diadakan dengan tujuan penggunaan anggaran. Jilbab yang bertuliskan ‘ASRI’ bukan identitas atau logo resmi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, sementara pengadaan jilbab itu dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025,” ujar Imam dalam orasinya di depan Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (16/09/2026).

Ia juga menduga ada keterlibatan Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Deli Serdang dibawah komando Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan Istri Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan dalam pengadaan tersebut.

“Kami duga ada intervensi dilakukan Ibu Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan Istri Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan untuk meloloskan anggaran untuk penyediaan jilbab senilai Rp. 525 juta. Kami masih yakin aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Setelah sekitar 30 menit berorasi, massa ditemui Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, Gita Priscilla didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deli Serdang Anwar Sadat Siregar.

Gita mengatakan kasus tersebut sudah dalam penanganan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang.

“Jadi untuk saat ini sedang dalam penanganan,” ujarnya singkat.

“Sekarang hal yang dimaksud dalam penanganan dan pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, mohon bersabar kita tunggu hasilnya,” kata Gita dihadapan massa di depan Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (16/09/2026).

Setelah mendapat penjelasan, massa membubarkan diri dan mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan jika kasus tersebut tidak diusut tuntas.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *