BANDA ACEH | 1kabar.com – DPP Partai Demokrat menetapkan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.
Penetapan tersebut menjadi babak baru bagi Partai Demokrat Aceh setelah rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) VI yang sebelumnya mengusulkan dua nama, yakni Sayuti Abubakar dan Nurdiansyah Alasta, kepada DPP Partai Demokrat untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh.
Surat Keputusan (SK) penetapan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, E. Herman Khaeron, kepada Sayuti Abubakar.
Penetapan Sayuti mendapat sambutan positif dari jajaran kader Demokrat di Aceh. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Zulfikar, menyatakan bahwa keputusan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan kembali seluruh kekuatan partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Ini semangat baru bagi Demokrat Aceh. Kita berharap di bawah kepemimpinan Pak Sayuti, seluruh kader semakin solid dan bersama-sama mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Aceh,” ujar Zulfikar.
Menurut Zulfikar, setelah proses penetapan ketua selesai, seluruh kader harus kembali menatap ke depan. Perbedaan yang muncul selama proses kontestasi internal, kata dia, merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa.
“Tidak ada lagi perbedaan. Saatnya kita bersatu, bekerja dan membesarkan Demokrat,” tegasnya.
Ia menilai konsolidasi menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan baru, terutama dalam memperkuat struktur partai dari tingkat DPD, DPC hingga organisasi di tingkat kecamatan dan desa.
Zulfikar juga berharap kepemimpinan Sayuti Abubakar dapat membangun komunikasi yang lebih kuat dengan seluruh kader serta memberikan ruang yang luas bagi kader senior maupun generasi muda untuk berkontribusi dalam membesarkan Partai Demokrat di Aceh.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana seluruh kader kembali bekerja. Kita harus memperkuat struktur, menjaga komunikasi dan hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, dalam Musda VI Partai Demokrat Aceh, Sayuti Abubakar memperoleh dukungan dari sejumlah DPC untuk maju sebagai calon Ketua DPD. Proses tersebut kemudian berlanjut ke DPP Partai Demokrat sesuai mekanisme organisasi.
Dalam pembukaan Musda VI Demokrat Aceh, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan pentingnya persatuan dan konsolidasi setelah proses kontestasi internal selesai. AHY menyampaikan bahwa setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader harus kembali bersatu dan saling merangkul sebagai bagian dari satu rumah perjuangan.
Dengan ditetapkannya Sayuti Abubakar sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh periode 2026–2031, perhatian kini tertuju pada agenda konsolidasi dan penyusunan kepengurusan baru.
Zulfikar berharap momentum tersebut dapat menjadi awal untuk memperkuat kembali mesin organisasi Demokrat di seluruh Aceh.
“Ini bukan lagi soal siapa yang menang atau kalah dalam proses sebelumnya. Sekarang waktunya kita bekerja bersama, memperkuat Demokrat dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya. (##)













