Deli Serdang | 1kabar.com
Warga Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang mengucapkan terima kasih kepada Polsek Sunggal atas pemberantasan tindak pidana kriminal maling maupun narkoba.
Namun polisi juga diminta membongkar sindikat jaringan maling hingga ke penadahnya karena penadah adalah ujung tombak ekonomi kejahatan, tanpa adanya penadah, barang hasil curian tidak akan memiliki nilai ekonomi, sehingga sindikat maling kehilangan motif utama dan pasar untuk menjual barang-barang hasil kejahatan mereka.
Penadah adalah pembeli, penyimpan, atau penjual barang curian. Menangkap mereka akan memutus siklus peredaran barang ilegal dan mencegah maling terus beroperasi.
Penadah sering kali merupakan otak atau pemodal dibalik layar yang mendikte komplotan maling mengenai jenis barang apa yang sedang dicari dan bernilai tinggi.
Dengan membongkar jaringan penadah, polisi dapat mengamankan dan mengembalikan ratusan barang bukti seperti kendaraan bermotor atau ponsel kepada pemilik aslinya secara masal.
Pantauan wartawan di lokasi, adanya sejumlah foto karangan bunga ucapan terima kasih kepada Polsek Sunggal dan foto pelaku maling di rumah korban di Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (07/06/2026).
Seorang wanita paru baya bernama Wirman (63) harus menelan pil pahit setelah rumahnya di Jalan Sei Mencirim, Gang Masjid, Dusun II, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dibobol maling saat ia sedang berada di Jakarta.
Peristiwa itu terjadi ketika Wirman meninggalkan rumah selama sekitar satu bulan untuk tinggal bersama anaknya di ibu kota. Sebelum berangkat, ia sempat menitipkan kunci rumah kepada tetangganya agar sesekali bisa mengecek keadaan.
Namun nasib berkata lain, saat masih di Jakarta, tetangganya memberi kabar mengejutkan bahwa rumahnya dibobol orang tak dikenal (OTK).
“Saya langsung pulang, sampai di Medan malam hari, Begitu lihat rumah sudah berantakan, barang-barang hampir semuanya hilang,” ujar Wirman saat ditemui wartawan dengan nada sedih, Minggu (07/06/2026).
Dari hasil pemeriksaan pelaku yang diduga masuk dari pintu belakang berbahan besi yang dirusak paksa. Jendela kamar juga jebol dan jerjaknya diangkat.
Bukan hanya emas 65 gram miliknya yang raib, tapi juga kulkas dua pintu, home theatre, peralatan masak stainless, sprei, bantal, hingga pakaian batik dan daster turut digondol maling.
“Sudah kayak orang pindahan, kosong semua isi rumah,” katanya lirih.
Atas kejadian itu Wirma langsung melapor ke Polsek Sunggal agar pelaku segera ditangkap.
“Saya tidak terima, saya sudah lapor polisi supaya pelakunya dihukum,” tegasnya.
Kini kasus pembobolan rumah tersebut sedang dalam penyidikan aparat kepolisian.(***)












