Deli Serdang | 1kabar.com
Penampilan dua putra terbaik di Sumatera Utara, Irpan Siregar dan Raditya Rahardjo, bersama Timnas Indonesia U-19 pada Ajang Piala AFF U-19 2026 menjadi sorotan publik.
Bermain di Stadion Utama Sumatera Utara, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, keduanya menunjukkan bahwa talenta sepak bola daerah mampu bersaing dilevel Internasional.
Ribuan pendukung yang memadati Stadion Utama Sumatera Utara memberikan dukungan penuh kepada skuad Garuda Muda. Namun, perhatian khusus tertuju kepada Raditya Rahardjo yang tampil dengan peran berbeda dibandingkan yang selama ini dikenal publik.
Pemain jebolan Akademi Kwarta tersebut mendapat kepercayaan dari Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, untuk mengawal lini pertahanan. Keputusan itu menjadi menarik karena Raditya sebelumnya lebih identik sebagai pemain yang beroperasi di sektor tengah lapangan.
Saat Indonesia menghadapi Timor Leste, Raditya tampil sebagai stopper dan menjadi bagian penting dalam organisasi pertahanan tim. Perubahan peran tersebut bukanlah hal baru bagi pemain muda asal Sumatera Utara itu.
Menurut Legimin Rahardjo, yang juga merupakan Asisten Pelatih PSMS Medan sekaligus ayah Raditya, sang pemain telah menekuni posisi tersebut sejak bergabung dengan Persija Jakarta.
“Ya, dia sudah menjadi stopper sejak bergabung dengan Persija Jakarta,” ujar Legimin sebagaimana dilansir dari Bolahita, pada Minggu (07/06/2026).
Adaptasi Raditya diposisi baru menunjukkan fleksibilitas dan kecerdasan bermain yang dimilikinya. Kemampuan membaca permainan, disiplin menjaga area pertahanan, serta ketenangan dalam mengantisipasi serangan lawan menjadi nilai tambah yang membuatnya dipercaya mengisi sektor vital ini dibelakang Timnas Indonesia U-19.
Kepercayaan yang diberikan tim pelatih juga menjadi bukti bahwa perkembangan Raditya terus berjalan positif. Di tengah persaingan ketat memperebutkan tempat utama di skuad nasional, pemain muda asal Sumatera Utara itu mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai bek modern yang tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga mampu membantu membangun serangan dari belakang.
Disisi lain, kehadiran Irpan Siregar dan Raditya Rahardjo di Timnas Indonesia U-19 menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sumatera Utara. Keduanya menjadi representasi keberhasilan pembinaan sepak bola daerah yang mampu melahirkan pemain berkualitas untuk kebutuhan tim Nasional.
Piala AFF U-19 2026 pun menjadi panggung penting bagi kedua pemain tersebut untuk membuktikan kualitas mereka dilevel yang lebih tinggi. Dengan usia yang masih muda dan peluang karier yang masih terbuka lebar, Irpan dan Raditya diharapkan mampu terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi generasi Sepak Bola Sumatera Utara berikutnya.
Kini, publik Sepak Bola Sumatera Utara menantikan penampilan lanjutan keduanya bersama Timnas Indonesia U-19. Khusus bagi Raditya Rahardjo, transformasi dari gelandang menjadi palang pintu pertahanan menjadi cerita menarik yang berpotensi membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di Sepak Bola Nasional.(1kbr/inn0101/ds/bolahita-40)












