Jakarta|1Kabar.com
Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc. menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia perlu dinilai berdasarkan data, bukan semata-mata narasi yang berkembang di ruang publik. Data resmi menunjukkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Di saat yang sama, konsumsi rumah tangga meningkat 5,52 persen dan investasi tumbuh 5,96 persen, mencerminkan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Arief menilai keberhasilan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang baik dibandingkan banyak negara yang masih menghadapi tekanan ekonomi global.
Arief mengajak seluruh pihak untuk melihat kondisi ekonomi secara objektif berdasarkan data yang dapat diverifikasi. Pertumbuhan ekonomi, stabilitas konsumsi, dan peningkatan investasi menjadi indikator bahwa Indonesia terus bergerak maju.
Indonesia tidak sedang mundur. Data justru menunjukkan ekonomi nasional tetap tumbuh dan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan global,” tutupnya.












