*Polisi Turun dari Kapal, Langsung ke Pelukan Warga Lembeh* 

 

BITUNG  |1Kabar.Com

Hari jadi ke-80 Bhayangkara tahun ini dirayakan Ditpolairud Polda Sulut dengan cara yang beda. Tidak di kantor, tidak di darat saja. Mereka memilih laut.

 

Dipimpin langsung Direktur Polairud Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., rombongan menembus gelombang memakai Kapal Polisi XV SBU 2002. Kapal patroli cepat buatan Amerika Serikat ini bisa melaju sampai 47 knot. Di balik kemudinya ada Kapten Kapal Bripka Muhammad Arwan.

 

Pesan yang mau disampaikan jelas: teknologi maritim Polri bukan cuma untuk mengejar pelaku hukum. Tapi juga untuk menjangkau warga pesisir yang selama ini terpisah air.

 

Pukul 13.30 WITA, kapal merapat di Dermaga Perjuangan, Kelurahan Papusungan, Lembeh Selatan. Forkopimca, perangkat kelurahan, dan warga sudah menunggu. Tidak ada garis pengaman yang kaku. Yang ada hanya sambutan hangat, karena yang datang bukan pengawas, tapi pelayan.

 

Bakti sosial kali ini punya sentuhan yang pas dengan Lembeh. Selain sembako untuk lansia dan warga kurang mampu, Ditpolairud menyerahkan kursi roda khusus. Fungsinya sederhana tapi vital: membantu lansia naik-turun kapal dan perahu.

 

Di kepulauan, laut adalah jalan utama. Tanpa akses yang aman, mobilitas warga lansia jadi tantangan. Bantuan ini lahir dari membaca kebutuhan, bukan sekadar memberi.

 

“Kami ingin Polri dekat dengan masyarakat. Sedekah di hari Jumat memang pahalanya besar. Tapi yang paling penting, Polri harus selalu hadir saat dibutuhkan,” kata Kombes Bayuaji saat menyerahkan bantuan.

 

Ia menitipkan pesan: “Jangan lihat isi paketnya. Rasakan kehadiran kami sebagai pelindung dan pelayan yang siap siaga.”

 

Setelah serah terima, personel Ditpolairud menggelar penyuluhan keselamatan di perairan. Bahasanya ringan, penjelasannya empati. Karena yang mendengar adalah nelayan dan warga yang hidupnya bergantung pada laut. Rasanya lebih seperti nasihat kakak ke adik, bukan ceramah.

 

Ketua LPM Kecamatan Lembeh, Tirso Mamadoa, tak menutupi rasa syukurnya.

 

“Bantuan kursi roda ini sangat berarti. Lansia jadi lebih mudah beraktivitas di dermaga. Semoga kolaborasi ini tidak berhenti di Papusungan, tapi sampai ke seluruh kelurahan pesisir Pulau Lembeh. Ini bukti polisi paham kehidupan kami,” ujarnya.

 

Kegiatan ini dihadiri pejabat dari berbagai unsur: Kasubdit Polairud Kompol Karel Tangay, Komandan Kapal Kresna 7004 Mabes Polri Kompol Rudy Sanjaya, Kepala Tim SAR Kompol Thalib, Kapolsek Lembeh AKP Demron Talolang, Kasat Polairud Polres Bitung IPDA Johnny Marisi, dan Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara.

 

Kehadiran mereka menegaskan satu hal: pelayanan di wilayah perairan adalah kerja kolektif yang butuh sinergi.

 

Di tengah suasana haru dan berkah Jumat itu, Ditpolairud Polda Sulut mengingatkan. HUT Bhayangkara bukan hanya seremoni. Tapi soal hadir, mendengar, dan memberi solusi di tempat yang paling dibutuhkan.

Aba**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *