Deli Serdang | 1kabar.com
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdeka Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, seperti yang dilakukan Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasri, yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kecamatan Pantai Labu, yang menggelar lomba dayung sampan tradisional yang merupakan tradisi turun temurun sejak Tahun 1978 lalu, Selasa (18/08/2026).
Lomba dayung sampan tradisional yang digelar di Aliran Sungai Kenang di Desa Paluh Sibaji, Kecamatam Pantai Labu pada Selasa (18/08/2026) siang dengan 14 tim lomba dayung berasal dari tiga Desa, masing-masing Desa Paluh Sibaji, Desa Pantai Labu Pekan, dan Desa Regemuk.
Masing-masing tim sebanyak 3 orang, di mana sejak siang sekira pukul 14.30 WIB dilaksanakan babak penyisihan yang diikuti 14 tim masing-masing yaitu Tim Raissa 1, Tim Raissa 2, Tim Raissa 3, Tim Raissa 4, dan Tim Raissa 5, Tim Garuda Muda, Tim My Sodaro, Tim Delima Laut 1, Tim Delima Laut 2, Tim Delima Laut 3, Tim Delima Laut 4, Tim Teratai, Tim Nuri Indah, dan Tim Jaguar.
Dimana pihak panitia yang diketuai Saiful melaga 4 tim dan terbagi dalam 3 babak penyisihan dan ada dua babak penyisihan yang mana pesertanya sebanyak 5 tim.
Babak penyisihan yang merupakan pembukaan lomba sampan dayung tradisional ini dilepas langsung oleh Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasri yang didamping Ketua Pantia langsung dari atas perahu motor.
Setelah suara tembakan dari petasan pipa rakitan, 4 tim beradu otot dalam mendayung sampannya dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 agar menjadi yang terdepan dan terbaik.
Animo masyarakat yang menonton lomba sampan dayung tradisional ini benar-benar antusias, bahkan diperkirakan ribuan mata penonton dari dalam Kecmatan Pantai Labu dan drai Luar Kecamatan Pantai Labu menjadi sejarah perlombaan dayung sampan tradisional yang tidak boleh punah ditelan jaman dan hadir dalam acara tersebut perwakilan Camat Pantai Labu Fitri.
Menurut Nasri selaku Kepala Desa Paluh Sibaji yang juga Ketua KONI Kecamatan Pantai Labu mengatakan, acara lomba dayung sampan tradisional ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya dan tidak boleh punah ditelan jaman.
“Lomba dayung sampan tradisional ini dilaksanakan dalam rangkah memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 81, sekaligus melestarikan budaya atau tradisi masayarakat nelayan di Kecamatan Pantai Labu yang tidak boleh kalah dengan perkembangan jaman, bahkan lomba sampan dayung tradisional ini sudah ada sejak Tahun 1978 dan harus terus dilestarikan,” ujar Nasri.
Sementara Ketua Panitia Saiful mengatakan setelah babak penyisihan diambillah 8 besar yang masuk babak semifinal.
“Ada 4 tim yang menang pada babak semifin dan masuk babak Grandfinal masing-masing Tim Delima Laut 1, Tim Delima Laut 2, Tim Jaguar, dan Tim Nuri indah, hingga pada babak Granfinal yang dilepas langsung oleh Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasri, keluarlah pemenangnya juara 1 Tim Nuri Indah, Juara 2 Delima Laut 1, Tim Jaguar Juara 3, dan Tim Delima Laut 2 Juara 4,” kata Saiful.
Keempat pemenang lomba dayung sampan tradisional ini masing-masing mendapatkan tropi ditambah uang pembinaan serta beras 90 kg, di mana untuk juara 1 mendapatkan tropi ditambah beras 90, juara 2 teopi ditambah beras 45 kg, juara 3 tropi dan beras 30 kg, serta juara 4 tropi, dan beras 15 kg, serta tambah tabanas jutaan rupiah sebagai bentuk pembinaan.(1kbr/ds/sd-40)








