Mikhael Siregar : Ada yang Mau “Benturkan” Ketua MTP SBY dan Ketua Umum AHY Jelang Musda DPD Partai Demokrat Provinsi Sumut!

Teks Foto : Mikhael Siregar, ST/(Doks Foto/Istimewa/1kabar.com/Suhandi Purba)

1kabar.com | MEDAN — Mikhael Siregar, ST mengingatkan semua pihak untuk tidak “membenturkan” Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (05/09/2026).

Ia meminta kesadaran dari kelompok pendukung calon tertentu untuk menghentikan manuver pendekatan kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) demi kembali dipercaya memimpin Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Mohon dengan sangat agar pihak yang terus bermanuver mendekati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) demi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk sadar bahwa mereka secara sedang ingin ‘membenturkan’ Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ingat Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang kali menyatakan bahwa tidak ada matahari kembar di Partai Demokrat. Artinya Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lah yang saat ini menjadi mataharinya Partai Demokrat,” tegas Mikhael Siregar dalam temu pers dengan wartawan, Sabtu (05/09/2026).

Mikhael Siregar menyebut tidak menjadi rahasia umum lagi dikalangan internal partai khususnya di Sumatera Utara (Sumut) bahwa kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Lokot Nasution dinilai gagal.

Indikatornya sangat banyak seperti turunnya perolehan kursi di DPRD, stagnannya kepengurusan sepanjang 5 tahun terakhir, konsolidasi partai yang tak berjalan sama sekali, pindahnya Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke kawasan yang tidak strategis, dugaan nana Lokot terkait kasus korupsi dan lain sebagainya.

Kegagalan memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu, kata Mikhael Siregar berdampak dengan mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai pemilik suara yang tidak lagi mau memberi dukungan kepadanya.

Sebaliknya mengalihkan dukungan kepada calon alternatif yaitu Sabam Sinaga karena berharap akan ada perubahan membawa Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali berjaya.

Menurutnya kondisi kegagalan kepemimpinan Lokot Nasution serta penolakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk mendukung kembali telah diketahui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal tersebut terlihat dari gestur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setiap melakukan kunjungan ke daerah ini.

Coba kita lihat video yang diupload Lokot Nasution di sosial medianya saat menyambut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun dari mobil dalam sebuah kunjungan ke Sumatera Utara baru-baru ini.

Terlihat jelas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ‘dingin’ menyambut salam dari Lokot Nasution dan tanpa cipika cipiki.

Padahal kepada penyambut yang lain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlihat hangat dan cipika cipiki.

“Sementara Lokot Nasution kesannya grogi dan salah tingkah sembari menggaruk kepala dan memegang botol minuman. Sebuah pemandangan yang kurang pas menurut saya,” ungkap Mikhael Siregar, Sabtu (05/09/2026).

Menurut dugaannya karena tidak mendapat dukungan arus bawah serta sinyal dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuat Lokot Nasution bermanuver untuk mencoba jalur Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Inilah yang disebut Mikhael sebagai upaya yang sengaja ‘membenturkan’ Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya sebagai Kader Partai Demokrat tidak ingin cara-cara licik ini berhasil. Dan berharap apa yang saya sampaikan ini bisa tersampaikan pula kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar skenario Lokot Nasution tidak berjalan mulus,” tegasnya, Sabtu (05/09/2026).

Ia berharap agar Lokot Nasution tidak meneruskan manuver tidak sehatnya serta dengan ikhlas dan legowo tidak lagi berupaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode kedua.

“Hal itu lebih elegan mengingat kegagalan kepemimpinannya selama 5 tahun lalu,” pungkasnya.(1kbr/mdn/inn0101/sp40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *