1kabar.com — Deli Serdang | Fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jonni Naibaho mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Lokot Nasution sepanjang 5 Tahun ini karena tidak mencerminkan sebagai partai nasionalis religius, Jumat (11/09/2026).
Ia menilai apa yang terjadi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini bertolakbelakang dengan apa yang tengah dibangun oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Jonni Naibaho mencontohkan jika di tingkat nasional, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sangat aktif menggerakkan kegiatan partai hingga menarik minat sejumlah tokoh, investor, influencer, serta kaum muda kreatif bergabung ke partai ini.
Namun sebaliknya di Sumatera Utara (Sumut), kegiatan partai praktis melempem bahkan bisa dikategorikan vakum.
Akibatnya, bukan seperti kondisi di Jakarta yang terjadi dimana banyak tokoh menyatakan bergabung ke Partai Demokrat tetapi justru sebaliknya banyak fungsionaris yang pindah partai.
“Saya sudah 20 Tahun duduk di kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tetapi baru inilah dirasakan kepemimpinan Lokot Nasution yang sangat lemah. Tidak ada sama sekali konsolidasi dan dari 300 lebih pengurus mayoritas tidak saling kenal karena tidak pernah ada rapat atau kegiatan yang melibatkan kepengurusan,” ungkap Jonni Naibaho dalam keterangannya kepada wartawan, pada Jumat (11/09/2026).
Hal yang paling membuatnya miris, kata Jonni Naibaho adalah kebijakan Lokot Nasution yang dinilai tidak mencerminkan karakter partai nasionalis religius.
Hal itu ditandai dengan tidak diakomodirnya kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bentuk nasionalis religius.
“Saya sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Deli Serdang dan begitu juga Tokoh Agama dari Katolik serta lainnya tidak pernah diajak berdiskusi untuk membuat kegiatan perayaan keagamaan dan sejenisnya. Kami menganggap Lokot Nasution bukan sosok pemimpin nasionalis,” katanya.
Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini meyakini kondisi tidak baik-baik saja ditubuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah terpantau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan telah mengecewakan harapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia optimis musda yang akan segera digelar di tahun 2026 menjadi momentum perubahan bagi Partai Demokrat di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Jonni Naibaho menyarankan demi kebaikan partai ke depan, agar Lokot Nasution ikhlas tidak lagi mengajukan diri sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Sebab ia melihat ada satu figur yang saat ini banyak dibincangkan kader untuk diharapkan memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yaitu Sabam Sinaga.
Sosok yang dipandang kebapakan, merangkul, mau mendengar serta diyakini memiliki potensi kuat untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Provinsi Sumatera Utara.
Ia melihat meski arus bawah menginginkannya, namun Sabam Sinaga adalah sosok yang jauh dari ambisi sehingga tidak ingin ada riak-riak menjelang Musyawarah Daerah (Musda).(1kbr/sp40)













