Warga Keluhkan Layanan PDAM Tirtanadi, Air Keruh, Berlumpur, Debit Kecil hingga Mengalir Bergantung Jadwal

Teks Foto : Ilustrasi/(Doks Foto/1kabar.com)

MEDAN | 1kabar.com

Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi kembali mencuat dari berbagai wilayah di Kota Medan. Sejumlah pelanggan mengaku harus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari air yang keruh dan berlumpur, debit air yang sangat kecil, hingga aliran air yang hanya mengalir pada jam-jam tertentu, bahkan harus menunggu tengah malam atau dini hari, Rabu (29/07/2026).

Berdasarkan keluhan masyarakat, persoalan tersebut berulang kali terjadi di sejumlah kawasan, di antaranya Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, khususnya Jalan Selebes, Gang Paloh Perta, Lingkungan 36, kemudian Lorong Nauli dan Pabrik Tenun, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Petisah, serta Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area.

Keluhan serupa juga disampaikan warga masyarakat yang bermukim di Sepanjang Jalan Denai, mulai dari Simpang Pasar Sukaramai hingga Simpang Mandala. Masyarakat mengaku telah bertahun-tahun mengalami tekanan air yang sangat rendah. Bahkan, sebagian pelanggan yang tinggal di gang-gang permukiman sering kali tidak memperoleh aliran air sama sekali pada siang hingga malam hari.

Menurut Yuni, seorang warga masyarakat Jalan Denai, Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai, salah satu penyebab rendahnya distribusi air yang diduga karena jaringan pipa distribusi yang sudah berusia tua dan hingga kini belum diganti dengan kapasitas yang lebih besar.

Selain itu, tingginya konsumsi air oleh pelanggan yang berada di Sepanjang Jalan Denai, terutama bangunan ruko bertingkat yang menggunakan mesin penarik air berkapasitas besar yang diduga semakin memperparah distribusi air ke kawasan permukiman dibagian dalam.

Akibatnya, pelanggan yang berada di gang-gang kecil harus rela menunggu hingga tengah malam atau dini hari agar tekanan air meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Tidak sedikit warga yang terpaksa begadang hanya untuk menampung air sebagai persediaan.

“Sudah bertahun-tahun saya tinggal disini, belum pernah ada pergantian pipa distribusi PAM di Daerah kami. Saya tinggal didalam gang kecil, terpaksa nungguin aliran air sampai begadang bang sampai jam 2 malam ke atas demi anak saya bisa mandi pagi untuk berangkat sekolah bang,” katanya kepada wartawan dirumahnya, pada Rabu (29/07/2026).

Selain persoalan debit air, masyarakat juga mengeluhkan kualitas air yang terkadang keruh dan berlumpur sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Masyarakat berharap Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air, khususnya dengan mengganti jaringan pipa yang dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah pelanggan.

Menurut mereka, peningkatan kapasitas pipa distribusi menjadi langkah mendesak agar tekanan air dapat dinikmati secara merata oleh seluruh pelanggan.

Warga juga meminta Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi melakukan pengawasan terhadap penggunaan mesin penyedot air berkapasitas besar yang diduga memengaruhi tekanan air bagi pelanggan lain. Selain itu, peningkatan kualitas pengolahan air dan perbaikan jaringan distribusi diharapkan menjadi prioritas agar pelanggan memperoleh pelayanan yang sesuai dengan hak mereka sebagai konsumen.

Tanggapan Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi dalam berbagai kesempatan ketika terjadi gangguan distribusi maupun penurunan kualitas air, pihak Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami.

Manajemen juga menjelaskan bahwa gangguan layanan umumnya dipengaruhi sejumlah faktor teknis, di antaranya cuaca ekstrem yang menyebabkan kualitas air baku menurun, gangguan pada instalasi pengolahan air, kebocoran jaringan, maupun pekerjaan perbaikan pipa distribusi yang berdampak pada penurunan tekanan air atau penghentian sementara aliran ke sejumlah wilayah.

Perusahan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi menyatakan terus berupaya melakukan normalisasi pasokan secara bertahap melalui perbaikan jaringan distribusi, pengaturan pola pengaliran, serta pemulihan tekanan air di daerah-daerah yang terdampak hingga pelayanan kembali normal.

Meski demikian, masyarakat berharap upaya tersebut tidak hanya bersifat penanganan sementara, tetapi juga diikuti langkah konkret berupa penggantian jaringan pipa distribusi yang telah berusia puluhan tahun dan peningkatan kapasitas infrastruktur. Menurut warga, pembenahan menyeluruh diperlukan agar persoalan air keruh, debit kecil, dan distribusi yang bergantung pada jadwal tidak terus berulang setiap tahun.

Sebagai Perusahaan Daerah yang bertanggung jawab menyediakan layanan air bersih, Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirtanadi diharapkan mampu menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan air sesuai kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembenahan infrastruktur yang berkelanjutan.(1kbr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *