Kapolres Langsa Pastikan Bantuan Sumur Bor di Sejumlah Dayah Berfungsi Optimal

 

LANGSA – Kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih di lingkungan pendidikan keagamaan terus mendapat perhatian. Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, S.I.K., turun langsung mengecek sejumlah fasilitas sumur bor bantuan program Ketua Umum Bhayangkari di beberapa dayah dalam wilayah Kota Langsa, Rabu (26/8/2026).

Pengecekan tersebut dilakukan bukan sekadar melihat keberadaan fasilitas, namun untuk memastikan bantuan yang telah disalurkan benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi para santri, pengurus dayah maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Langsa meninjau tiga titik penerima bantuan, yakni Dayah Darul Fatah di Dusun Balaikrung, Gampong Teungoh; Dayah Ma’had Sa’adatul Ulum Diniyah Islamiah di Dusun Tepin Bugeng, Gampong Alue Beurawe; serta Dayah Futuhul Mu’arif Al-Aziziyah Furu’ Hadi ‘Asyar di Dusun IV, Gampong Meutia.

Kapolres Langsa AKBP Hyrowo mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan sumur bor memiliki arti penting bagi lingkungan dayah yang setiap hari menjadi pusat kegiatan pendidikan, ibadah dan pembinaan para santri.

“Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi para santri, pengurus dayah serta masyarakat di sekitar lokasi,” ujar AKBP Hyrowo.

Ia menegaskan, jajaran Polres Langsa akan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai bantuan yang telah disalurkan, sehingga keberadaannya tidak berhenti pada tahap pemberian, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.

Program bantuan sumur bor tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Bhayangkari terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih di lingkungan dayah.

Kapolres berharap fasilitas tersebut dapat terus terpelihara dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga mampu menunjang kenyamanan para santri dan pengurus dayah dalam menjalankan aktivitas pendidikan serta kegiatan sehari-hari.

Langkah pengecekan langsung itu juga menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan, tetapi turut diikuti dengan memastikan manfaatnya benar-benar sampai dan dapat digunakan secara berkelanjutan.(#)

( Wan Atjeh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *