Kericuhan Warnai Pembagian SK Guru di Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah Ismailiyah Medan

Teks Foto : Suasana pembagian Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru di Perguruan Al-Jam'iyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah, Medan, pada Selasa (07/07/2026) diwarnai kericuhan setelah sejumlah Guru diketahui tidak menerima perpanjangan Surat Keputusan (SK)/(Doks Foto/1kabar.com)

MEDAN | 1kabar.com

Suasana pembagian Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru di Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah, Medan, pada Selasa (07/07/2026) diwarnai kericuhan setelah sejumlah Guru diketahui tidak menerima perpanjangan Surat Keputusan (SK).

Acara yang semula berlangsung tertib berubah menjadi perdebatan sengit ketika nama Syawaluddin Marpaung, Guru Bimbingan dan Konseling (BK), bersama beberapa Guru lainnya tidak tercantum dalam daftar penerima SK.

Syawaluddin kemudian meminta penjelasan kepada pihak perguruan dan yayasan mengenai alasan dirinya tidak memperoleh perpanjangan SK. Menurut penyampaiannya di forum, ia merasa telah memenuhi kewajiban mengajar, memiliki sertifikasi, serta memperoleh hasil evaluasi kinerja yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Syawaluddin juga menyampaikan kritik terhadap tata kelola perguruan. Ia menduga keputusan tidak diperpanjangnya SK berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan internal.

Di hadapan peserta rapat, Syawaluddin meminta agar dilakukan audit terhadap pengelolaan keuangan perguruan dan yayasan. Permintaan tersebut disampaikannya karena, menurut klaimnya, terdapat dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana operasional serta hak-hak guru. Hingga berita ini ditulis, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi dan belum ada tanggapan resmi dari pihak perguruan maupun yayasan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sebagian peserta rapat. Suasana forum memanas dan terjadi adu mulut antar peserta. Beberapa guru dilaporkan saling berdebat hingga suasana nyaris berujung pada bentrokan fisik sebelum akhirnya berhasil diredam oleh guru-guru lainnya.

Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan guru yang hadir. Mereka berharap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang mengedepankan musyawarah serta tetap menjaga marwah Perguruan Al Jam’iyatul Washliyah sebagai lembaga pendidikan dan organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak kader ulama dan mencerdaskan umat.

Berbagai pihak juga berharap pimpinan serta pengurus wilayah Al Jam’iyatul Washliyah segera mengambil langkah penyelesaian secara arif, bijaksana, dan transparan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.(1kbr/inn0101/mdn/awas-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *