PROYEK REVITALISASI SD NEGERI OKAS SENILAI Rp1,32 MILIAR DISOROT: APD DIPERTANYAKAN, MATERIAL KAYU LAMA JADI PERHATIAN

SUBULUSSALAM | 1KABAR.COM — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN kembali menjadi sorotan. Kali ini, pelaksanaan pekerjaan di SD Negeri OKAS, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, dengan nilai bantuan mencapai Rp1.328.435.604, menjadi perhatian setelah tim media melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

Berdasarkan papan informasi proyek yang berada di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD Dasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Papan proyek mencantumkan nilai bantuan sebesar Rp1.328.435.604, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Kota Subulussalam Provinsi Aceh dan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Investigasi Kedua: Atap Bangunan Kini Sudah Terpasang Tim media 1Kabar.com kembali melakukan investigasi ke lokasi untuk melihat perkembangan pekerjaan revitalisasi SD Negeri OKAS.

Dalam pemantauan kedua tersebut, terlihat bahwa bagian atap bangunan yang sebelumnya masih dalam proses pengerjaan kini sudah terpasang. Perubahan kondisi pekerjaan ini menunjukkan adanya perkembangan signifikan pada pelaksanaan proyek di lapangan.

Meski demikian, tim tetap mencermati sejumlah aspek yang sebelumnya menjadi perhatian, terutama terkait penggunaan material kayu serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung.

Dengan kondisi atap yang kini telah terpasang, pertanyaan mengenai jenis, kondisi, dan spesifikasi material yang digunakan menjadi semakin penting untuk mendapatkan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan.

APD Pekerja Jadi Sorotan Dalam pemantauan sebelumnya, aktivitas pekerjaan pembangunan terlihat masih berlangsung. Namun, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu hal yang dipertanyakan.

Dalam salah satu dokumentasi yang diperoleh 1Kabar.com, terlihat seseorang berada di area pekerjaan tanpa perlengkapan keselamatan kerja yang lengkap sebagaimana lazimnya digunakan pada pekerjaan konstruksi.

Kondisi tersebut patut mendapatkan perhatian, terlebih lokasi pembangunan merupakan lingkungan satuan pendidikan yang nantinya akan kembali digunakan oleh para siswa.

1Kabar.com tidak menyimpulkan bahwa kondisi tersebut merupakan pelanggaran K3. Penilaian mengenai kepatuhan terhadap standar K3 memerlukan pemeriksaan teknis dan kewenangan pihak terkait.

Material Kayu Lama Masih Jadi Pertanyaan Selain persoalan keselamatan pekerja, kondisi material kayu pada bagian rangka bangunan juga menjadi perhatian tim media.

Dari dokumentasi lapangan terlihat sejumlah rangka kayu pada bagian konstruksi atap. Sebagian material secara visual menimbulkan pertanyaan apakah seluruh material tersebut merupakan material baru atau terdapat bagian material lama yang masih dimanfaatkan.

Beberapa bagian kayu juga terlihat mengalami perubahan warna dan kondisi permukaan. Namun, untuk memastikan apakah material tersebut masih memenuhi standar kelayakan teknis atau mengalami pelapukan, diperlukan pemeriksaan oleh tenaga teknis yang kompeten.

Hal ini penting karena kualitas material konstruksi berkaitan langsung dengan keamanan dan umur manfaat bangunan sekolah.Rp1,32 Miliar Bukan Anggaran Kecil

Dengan nilai bantuan mencapai Rp1.328.435.604, publik tentu berhak mengetahui bagaimana anggaran negara tersebut dilaksanakan di lapangan.

Program revitalisasi sekolah menggunakan uang negara dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Karena itu, transparansi pekerjaan, kualitas material, kesesuaian dengan perencanaan, serta penerapan K3 merupakan bagian penting yang patut diawasi bersama.

1Kabar.com tidak menuduh adanya penyimpangan anggaran. Namun, temuan visual di lapangan dinilai cukup menjadi alasan untuk meminta penjelasan terbuka dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Perlu Klarifikasi Soal Spesifikasi Material dan K3 Dengan telah terpasangnya atap pada pemantauan kedua, 1Kabar.com memandang penting adanya penjelasan mengenai spesifikasi material yang digunakan, sumber material, kesesuaian dengan RAB dan dokumen teknis, serta penerapan K3 selama pekerjaan berlangsung.

Apabila seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan, klarifikasi tersebut tentu dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus meluruskan berbagai pertanyaan yang muncul dari hasil pemantauan lapangan.

Pemko dan Pihak Terkait Diminta Mengecek 1Kabar.com berharap Pemerintah Kota Subulussalam melalui instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan revitalisasi SD Negeri OKAS.

Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang menggunakan anggaran APBN tersebut benar-benar sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, ketentuan K3, serta target kualitas bangunan yang telah ditetapkan.

Tujuannya bukan untuk menghambat program pemerintah, melainkan memastikan revitalisasi sekolah yang dibangun menggunakan uang negara benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan siswa dalam jangka panjang.

Redaksi 1Kabar.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala SD Negeri OKAS, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), pengawas pekerjaan, Dinas Pendidikan Kota Subulussalam, serta pihak terkait lainnya.

Setiap klarifikasi yang diterima akan menjadi bagian dari pemberitaan lanjutan sebagai bentuk keberimbangan dan tanggung jawab jurnalistik.

Redaksi 1Kabar.com Team //
Syahbudin Padang
Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Center Polri Nusantara Provinsi Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *