Sekdes Lae Mbersih Datangi Kediaman Haji Affan, Sampaikan Permohonan Maaf dan Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Upaya meredam polemik sekaligus menjaga suasana tetap kondusif dilakukan Sekretaris Desa (Sekdes) Lae Mbersih, Adi Syahputra Manik, pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

 

Adi Syahputra Manik mendatangi kediaman tokoh masyarakat Haji Affan Alfian Bintang, S.E. di Gedung Putih, Jalan Malikussaleh atau kawasan PU Lama, Kota Subulussalam. Kedatangannya tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Haji Affan Alfian Bintang, Pukak Pajri Manik, Ardiyanto Ujung selaku anggota DPRK Subulussalam, serta seluruh masyarakat Desa Lae Mbersih.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Syahputra Manik mengakui bahwa setiap insan tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas persoalan yang sebelumnya menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

> “Dengan penuh iktikad baik, saya selaku Sekdes Lae Mbersih, Adi Syahputra Manik, menyadari kekeliruan yang terjadi hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Lae Mbersih, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dengan tulus,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menerima permohonan maaf tersebut dengan hati yang lapang serta tidak lagi memperpanjang persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, saling menghargai dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga suasana tetap tenang, damai dan kondusif. Dengan kesadaran dan keteguhan hati, semoga persoalan ini dapat kita sikapi secara bijaksana demi kebaikan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Haji Affan Alfian Bintang, S.E., menyambut positif kedatangan Sekdes Lae Mbersih tersebut. Sikap terbuka dan permohonan maaf yang disampaikan dinilai sebagai langkah baik untuk mengakhiri polemik serta membuka ruang kebersamaan.

Haji Affan juga menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam perbedaan yang justru dapat memecah persatuan.

Baginya, setelah persoalan diselesaikan secara baik, seluruh pihak harus kembali bergandengan tangan untuk memajukan Desa Lae Mbersih dan Kota Subulussalam, membangun komunikasi yang lebih sehat, serta menciptakan suasana masyarakat yang aman, damai dan saling menghormati.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bahwa setiap persoalan tidak harus berakhir dengan perpecahan. Permohonan maaf, sikap saling menghargai dan kemauan untuk berdamai justru dapat menjadi pintu untuk memperkuat persatuan.

Kini, harapan masyarakat adalah agar polemik tersebut benar-benar berakhir dan seluruh pihak dapat kembali fokus pada hal yang lebih besar: bersama-sama membangun, memajukan dan menjaga keharmonisan Desa Lae Mbersih demi kepentingan masyarakat.

Red Syahbudin Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *