Dewan Komisaris Mengunjungi Ke Area Perkebunan Karang Kitri, Dilingkungan PTPN IV,

Oplus_131072

Langsa:1Kabar.com

Kunjungan Dewan Komisaris ke area Karang Kitri di lingkungan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional VI merupakan bagian dari agenda pengawasan operasional sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan pada Wilayah tersebut, Jum’at (18-09-2026).

“Dalam Kesempatan itu Manager Kebun Baru,”Dian Amanu Afsar. Didampingi Asisten Personalia dan Umum (APU) Adiwan Iskandar, Menyampaikan, Karang Kitri sendiri merupakan istilah budaya di lingkungan perkebunan BUMN untuk program pemanfataan lahan pekarangan atau lingkungan sekitar emplasemen. Lahan ini dioptimalkan secara produktif dengan menanam tanaman hortikultura (sayur-sayuran, buah, dan tanaman obat/TOGA), yang umumnya dikelola oleh Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) di setiap unit Perkebunan,

“poin penting terkait agenda kunjungan kerja Dewan Komisaris di PTPN IV Regional VI (Wilayah Eks-PTPN I) Kunjungan Dewan Komisaris (termasuk Komisaris Independen) bertujuan meninjau langsung keandalan operasional di lapangan, efisiensi unit, dan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).”Sebut Manager,

“Lebih lanjut manager sebutkan, Dukungan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui peninjauan area Karang Kitri seperti yang ada di beberapa unit kebun (misalnya Kebun Julok Rayeuk Utara atau Kebun Baru), jajaran manajemen dan komisaris bertujuan mendorong kemandirian pangan bagi keluarga karyawan perkebunan sehingga dapat membantu kebutuhan keluarga,

“Secara Detail Manager juga katakan, Keberadaan perkebunan kitri atau budaya Karang Kitri di setiap unit perkebunan (seperti yang diterapkan di lingkungan PT Perkebunan PTPN IV Regional VI, memiliki makna strategis yang mendalam. Istilah karangkitri sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tanaman buah-buahan di halaman rumah warga masing masing,Dalam konteks korporasi perkebunan, konsep ini diperluas menjadi gerakan pemanfaatan lahan kosong di sekitar emplasemen (perumahan dinas/kantor) untuk ditanami tanaman pangan, sayuran, obat-obatan, dan buah-buahan yang bermanfaat, “Sebut  Dian Amanu Afsar, Manager Kebun Baru,

“Dirinya juga katakan, Makna utama dari keberadaan perkebunan kitri di setiap unit perkebunan meliputi Penyangga Ketahanan Pangan Mandiri Menjadi “lumbung hidup” yang menyediakan pasokan pangan segar, sehat, dan organik bagi para karyawan dan keluarganya secara langsung dan bermanfaat,

“Menjaga keadaan Efisiensi Ekonomi Karyawan, Menekan pengeluaran rumah tangga pekerja perkebunan untuk kebutuhan dapur seperti cabai, sayur, dan empon-empon Hasil panen yang berlebih bahkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan untuk kebutuhan rumah tangga,

“Untuk menjaga Kelestarian dan Estetika Lingkungan (Ekologis): Mengoptimalkan lahan tidur atau pekarangan kosong agar menjadi lingkungan hijau, asri, dan produktif. Ini sekaligus berfungsi memperbaiki iklim mikro di kawasan pemukiman perkebunan. Sehingga Berfungsi sebagai cadangan pangan alternatif bagi komunitas perkebunan, terutama saat menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar atau masa-masa paceklik.

“Manager juga mengajak karyawan Secara keseluruhan, fungsi keberadaan perkebunan kitri sangat bermakna sebagai simbol sebuah kemandirian, keberlanjutan hidup, dan kesejahteraan yang dibangun dari tingkat unit terkecil di lingkungan perkebunan.”Ajak Manager kebun Baru,  Dian Amanu Afsar, Penulis….(Eko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *