Dinas Kesehatan Kota Langsa, Melalui Puskesmas Langsa Baro, Gelar Sosialisasi Penyakit Menular Tuberkulosis TBC,di Gampong Pondok Kelapa,

Langsa:1Kabar.com

Dinas Kesehatan Kota Langsa Melalui Puskesma Langsa Baro saat ini gencar melaksanakan kegiatan Tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 40 gampong wilayah Kota Langsa,Salah Satunya Gampong Pondok kelapa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2026. Selasa (06-10-2026).

“Pada Kesempatan itu,Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa,”Vivi Handayani,SKM,M.Kes, Melalui,”Ns. Erny Mauridha,S.Kep,Pada bidang Penanggung Jawab Penyakit TBC, pukesmas Langsa Baro, Dalam Paparannya Menyampaikan,Meskipun wilayah fokus utama penanggulangan sebelumnya berada di area terdekat seperti Gampong Pondok Kemuning di bawah wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama, program sosialisasi dan penjaringan ini bertujuan memastikan semua wilayah mendapatkan pengawasan dengan ketat, termasuk mendeteksi potensi penyebaran di Gampong Pondok Kelapa.

“Pelaksanaan sosialisasi Tuberkulosis (TBC) yang dapat diimplementasikan di tingkat gampong,Materi Paling Inti Sosialisasi TBC untuk Masyarakat agar dapat Mengenali Gejala penyebab Utama Seperti Batuk berdahak terus-menerus (biasanya lebih dari 2 minggu), sering berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik, penurunan berat badan secara drastis, serta demam meriang yang berkepanjangan. “Imbuh nya,

“Lebih lanjut ia katakan, Cara Penularan yang terjangkit Penyakit TBC menular melalui udara (airborne) lewat percikan dahak atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. TBC tidak menular melalui alat makan atau berjabat tangan.Untuk Menekankan bahwa TBC bisa disembuhkan secara total asalkan pasien meminum obat dari faskes secara teratur selama minimal 6 bulan tanpa terputus demi mencegah resistensi obat (TBC RO).

“Untuk Penghapusan Stigma Edukasi agar warga tidak mengucilkan penderita, melainkan memberikan dukungan moral agar mereka mau berobat hingga sembuh. Langkah Pelaksanaan Kegiatan di Gampong, Untuk menyukseskan sosialisasi ini, perangkat Gampong dapat berkolaborasi dengan pihak puskesmas melalui langkah-langkah Koordinasi Lintas Sektor Libatkan Geuchik, kader posyandu, bidan desa, dan Tim DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) dari Puskesmas setempat. “Sebutnya,

“Investigasi Kontak Mandiri (Tracing): Melakukan pendataan dan skrining kesehatan bagi warga yang tinggal serumah atau melakukan kontak erat dengan penderita TBC aktif. agar Selalu rutin melakukan Cek Kesehatan secara Gratis, Mengintegrasikan sosialisasi TBC dengan pemeriksaan kesehatan umum (seperti cek tekanan darah dan gula darah) untuk meningkatkan partisipasi kehadiran masyarakat agar lebih optimal,

“Ciri-ciri utama warga yang terjangkit penyakit TBC (Tuberkulosis) adalah batuk terus-menerus selama lebih dari 2 hingga 3 minggu yang sering kali disertai dahak atau darah. tanda dan gejala umum dari penyakit TBC, dari Gejala Pernapasan Batuk kronis Berlangsung Dua hingga tiga minggu, awalnya kering lalu berdahak (kuning/hijau) hingga mengeluarkan bercak darah dan terasa nyeri di Dada serta Terasa sakit atau tidak nyaman saat bernapas maupun batuk.

“Ns,Erny Mauridha,S.Kep, Juga sampaikan, untuk langkah utama penyembuhan penyakit TBC (Tuberkulosis) pada warga adalah dengan rutin mengonsumsi Obat Antituberkulosis (OAT) secara disiplin selama minimal 6 bulan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Langkah-Langkah Pengobatan dan Penyembuhan TBC,Berobat secara rutin Segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan OAT gratis dari pemerintah,

“Penyakit TBC bisa disembuhkan secara total dan permanen jika penderita menjalani pengobatan medis secara rutin tanpa putus. Durasi standar pengobatan TBC untuk mencapai kesembuhan total umumnya berkisar antara 6 hingga 12 bulan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi Secara medis, waktu pengobatan TBC dibagi berdasarkan kondisi medis pasien

“Jika pengobatan dihentikan secara sepihak sebelum masanya selesai hanya karena tubuh sudah merasa sehat, bakteri yang tertidur akan bangun kembali. Hal ini menyebabkan TBC kambuh dan menjadi resisten obat, yang membutuhkan waktu penyembuhan jauh lebih lama dan biaya akan lebih besar. Sementara pemerintah sudah menyediakan pengobatan gratis melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit,”Paparnya,

“Pada kesempatan itu Geuchik Gampong Pondok Kelapa,”Amri, menyampaikan apresiasi kepada pihak puskesmas atas kunjungan dan kegiatan sosialisasi kesehatan yang disampaikan kepada warga.  Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Pemerintah gampong (Geuchik Amri) dan petugas layanan kesehatan masyarakat. Bertujuan Memberikan edukasi meningkatkan kesadaran, serta menjaga kesehatan warga di lingkungan gampong tersebut,

“Dikesempatan kegiatan tersebut terlihat hadir, Geuchik Amri,Sekcam Langsa Baro,”Bustamam,SH, Puskesmas Langsa Baro,”Ns.Erny Mauridha,S.Kep, Bhabinsa Serda murjita, Anggota Koramil bhabinkamtibmas, Bripka Dede Sumantri,Anggota Polsek Langsa Baro, Seluruh Perangkat Desa Gampong dan masyarakat Setempat, Penulis…..(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *