Arief Martha Rahadyan: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Menjaga Tunas Bangsa di Tengah Disrupsi Peradaban

Jakarta/1Kabar.com

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 tidak semata menjadi seremoni historis setiap 20 Mei, tetapi harus dimaknai sebagai ruang kontemplasi kebangsaan dalam merawat masa depan Indonesia di tengah arus perubahan global yang semakin dinamis.

Dalam refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”Arief Martha Rahadyan, menyampaikan kebangkitan nasional di era kontemporer tidak lagi cukup dipahami sebagai romantisme perjuangan masa lampau, melainkan keberanian membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kedaulatan bangsa melalui investasi fundamental pada kualitas generasi muda.

Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menjaga daya hidup intelektual, moralitas sosial, serta ketahanan karakter generasi penerusnya. Ancaman terbesar hari ini bukan semata datang dari luar pagar negara, melainkan dari lunturnya orientasi kebangsaan di ruang batin masyarakat,” ujar Arief.

Di persimpangan zaman yang menuntut kecerdasan kolektif dalam membaca dinamika global,disrupsi teknologi, transformasi ekonomi digital, hingga perubahan geopolitik dunia menjadi tantangan nyata yang membutuhkan fondasi sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Istilah “tunas bangsa” tidak boleh dipahami secara sempit sebagai simbol generasi muda semata, melainkan representasi harapan peradaban yang sedang tumbuh dan memerlukan ekosistem sosial sehat, pendidikan bermutu, serta keteladanan moral dari seluruh elemen bangsa.

Negara akan kehilangan daya tahannya ketika generasi mudanya tumbuh dalam kebisingan informasi, tetapi miskin arah nilai. Kebangkitan nasional hari ini menuntut keberanian melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran etik dan tanggung jawab kebangsaan,” ungkapnya.

Arief juga turut menyarankan bahwa kedaulatan negara di masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas manusia yang mampu menjaga identitas nasional di tengah derasnya homogenisasi budaya global.Sebuah bangsa tidak runtuh ketika kehilangan kekayaan alamnya, melainkan ketika kehilangan kemampuan untuk mempercayai masa depannya sendiri.

Arief mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat optimisme kebangsaan.Jangan biarkan anak-anak bangsa tumbuh menjadi penonton di tanah warisan para pendiri republik. Mereka harus dipersiapkan menjadi arsitek masa depan Indonesia, sebab kedaulatan negara pada akhirnya lahir dari kualitas manusianya,” tutup Arief Martha Rahadyan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak selalu lahir dari gegap gempita politik atau pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari kemampuan menjaga akar nilai, merawat nalar publik, dan membesarkan harapan kolektif terhadap masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *