Nostalgia Nomor Urut 2: Tidak Ada Istilah Kotak-Kotak, Kami Hadir untuk Melayani Masyarakat

SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Sosok Nostalgia, calon Kepala Kampong Kuala Kepeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, nomor urut 2, membawa komitmen untuk menghadirkan pemerintahan kampong yang amanah, transparan, terbuka dan dekat dengan seluruh masyarakat.

Dengan mengusung tagline “Maju untuk Masyarakat”, Nostalgia menegaskan bahwa apabila nantinya diberikan amanah oleh masyarakat, dirinya tidak ingin membangun pemerintahan yang membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik.

“Tidak ada istilah kotak-kotak. Semua masyarakat adalah bagian dari Kampong Kuala Kepeng. Kami hadir nantinya sebagai pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani,” tegas Nostalgia.

Menurutnya, seorang kepala kampong harus memahami bahwa jabatan merupakan amanah, bukan sebuah keistimewaan untuk menjauh dari masyarakat. Karena itu, dirinya berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, keluhan maupun usulan pembangunan.

Anggaran Desa Harus Transparan Selain pelayanan publik, Nostalgia juga membawa komitmen terhadap transparansi pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan anggaran kampong lainnya.

Jika mendapat kepercayaan masyarakat, dirinya berkomitmen agar pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka, sesuai aturan dan benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Insyaallah amanah. Anggaran desa bukan milik pribadi kepala kampong, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat berhak mengetahui program dan penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Nostalgia juga menegaskan bahwa pembangunan Kampong Kuala Kepeng tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM, pengembangan BUMDes, kesehatan, pendidikan, keagamaan serta keamanan dan kerukunan masyarakat juga menjadi bagian dari gagasan yang dibawanya.

Bukan Dilayani, Tetapi Melayani Bagi Nostalgia, menjadi kepala kampong berarti siap berada di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan dengan sikap terbuka.

“Kami tidak ingin ada jarak antara pemerintah kampong dengan masyarakat. Tidak ada masyarakat nomor satu atau nomor dua. Setelah pemilihan selesai, semuanya adalah warga Kuala Kepeng yang harus kita rangkul dan kita layani bersama,” katanya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari visi Nostalgia untuk mewujudkan Kampong Kuala Kepeng yang mandiri, sejahtera, transparan dan berakhlak mulia.

Dengan nomor urut 2, Nostalgia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kampong dengan mengedepankan persatuan, gotong royong, keterbukaan dan pelayanan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

NOSTALGIA — NOMOR URUT 2

“MAJU UNTUK MASYARAKAT. INSYAALLAH AMANAH, TRANSPARAN, TIDAK ADA KOTAK-KOTAK. KAMI HADIR UNTUK MELAYANI, BUKAN UNTUK DILAYANI.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *