Langsa | 1Kabar.com
Peresmian kandang ayam Petelur oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Teungoh Mandiri, merupakan langkah Paling strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan roda perekonomian warga. Usaha ini biasanya berfokus pada budidaya ayam petelur (layer) untuk menghasilkan pasokan telur yang bernilai ekonomis tinggi bagi desa Setempat Kamis (25-06-2026)

“Tahapan Peresmian dan Operasional
Pemerintah desa secara resmi menyerahkan bantuan permodalan dan fasilitas kandang kepada pengurus BUMDes”Teungoh mandiri,
Acara peresmian atau tebar perdana bibit dan ayam pullet sebagai program
Ketahanan Pangan, Program ini juga sejalan dengan prioritas Nasional,
termasuk mendukung inisiatif Astacita Pemerintah Pusat,
“Dengan Mendasar Bumdes Teungoh Mandiri, insya Allah dengan bangkitnya usaha Bumdes Teungoh mandiri, akan Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat sebagai pengelola dan perawatan kandang bertujuan untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) nantinya, Keuntungan dari penjualan telur atau daging ayam yang tiba masa waktu ayam tidak berproduksi lagi maka danging ayam tersebut dikelola langsung oleh BUMDes untuk kemajuan desa dalam jangka panjang,
“Sebut Syarifuddin,S.Sos.i Geuchik Gampong Teungoh.
“Geuchik juga katakan, Kemandirian Ekonomi Mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar wilayah melainkan bermanfaat meliki potensi lokal, Program BUMDes untuk ketahanan pangan adalah inisiatif strategis yang didorong oleh alokasi minimal 20% Dana Desa tahun 2025. “Syarifuddin juga berpesan supaya BUMDes betul betul berperan sebagai pengelola utama untuk memperkuat produksi, mengelola rantai pasok, dan mendistribusikan hasil pertanian atau peternakan guna mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan di tingkat desa yang lebih baik, “harap geuchik Gampong Teungoh “Syarifuddin,S.Sos.i.
“Ketua Badan Usaha milik Desa (Bumdes) Teungoh Mandiri,T.Wali abdal Sattar. Akrab disapa Wali.
Menyebutkan, Untuk limbah atau kotorannya bersifat kering, limbah ayam tersebut setiap harinya kami bersihkan lalu kami jemur selama satu atau dua hari, kami juga melakukan Penyemprotan menggunakan disenfektan selanjut nya limbahnya kami kemas masuk dalam goni untuk kita jadikan pupuk, dan hasil kotoran ayam tersebut kita pasarkan dapat sebagai tambahan PAD, begitu juga dengan hasil telur kita juga akan pasarkan kepengepul, sementara ini tenaga kerja untuk kandang ayam petelur hanya 3 orang insya Allah jika produksi ayam petelur dapat berkembang kita juga akan menambah tenaga kerja warga setempat nantinya
“Pada Acara tersebut juga tampak hadir, Camat Langsa Kota, DPMG, Inspektorat, geuchik Imum Chik, Pedamping Desa, Bhabinsa Serka Bambang W,Anggota Koramil 02 langsa kota. Bhabinkhantibmas Aipda Raden, Hidayat. Polsek Langsa kota dan tokoh masyarakat Gampong,
Penulis….(Eko)












