MEDAN | 1kabar.com — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol. Sonny Irawan bertatap muka dengan Insan Pers Mitra Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) di Aula Tribrata Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol. Ferry Walintukan, Pejabat Utama (PJU) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) perwakilan Dewan Pers, Organisasi Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Online (SMSI), serta Jaringan Media Siber Online (JMSI), dan Ratusan Wartawan Mitra Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan dalam sambutannya mengapresiasi peran media mitra yang selama ini menjaga kehormatan profesi jurnalis dan membangun kemitraan yang baik dengan Polda Sumatera Utara.
“Selama saya disini sudah 1 Tahun 7 Bulan, tidak ada teman-teman media yang bermasalah. Saya sangat mengapresiasi, media mitra Polda Sumatera Utara saat ini semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Kombes Ferry, Kamis (29/10/2026).
Ia berharap kerjasama yang sudah sangat mesra dan baik selama ini tetap dipertahankan. Ferry juga mengingatkan Insan Pers sebagai Wartawan Mitra Polda Sumatera Utara untuk memberikan contoh yang baik dan tidak membuat masalah.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pers, Rizal, Rudi Surya, S.H menegaskan tagline, “Polisi Bersama Masyarakat” tidak mudah diwujudkan karena masyarakat memiliki strata yang berbeda. Namun jika berhasil, hal itu menjadi capaian yang baik.
Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme Wartawan dalam menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Fungsi pers meliputi informasi, edukasi, kontrol sosial, dan ekonomi.
“Harus cek and ricek. Informasi harus dicek kebenarannya dan konfirmasi serta verifikasi,” kata Rizal, Kamis (29/10/2026).
Ia juga menyoroti bahwa Sumatera Utara menjadi wilayah dengan kasus pengaduan pers paling banyak yang dilaporkan ke Dewan Pers, serta masih rendahnya kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar bersama Polda Sumatera Utara beberapa waktu lalu, di mana dari 60 peserta hanya separuh yang lulus.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk Kapolda Sumut dan pentingnya nota kesepahaman antara Polri dan Dewan Pers dalam penanganan sengketa pers.
Sementara, Kapolda Sumut, Irjen Pol. Sonny Irawan dalam arahannya menegaskan pers merupakan bagian penting dari demokrasi bangsa, sejajar dengan legislatif, eksekutif dan yudikatif.
“Sumatera Utara ini dalam pandangan kami, media pers itu adalah bagian dari demokrasi bangsa. Pers harus memiliki kode etik dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,” ujar Sonny.
Jenderal bintang dua itu menjelaskan, Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, era digitalisasi, media sosial, hingga kejahatan siber yang semakin canggih. Karena itu, polisi harus menggunakan kearifan lokal dan menjawab tantangan zaman.
Sonny kemudian memaparkan 4 program prioritas Polda Sumatera Utara yang merupakan penjabaran dari program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat” yang akan ditunjukkan 100 hari ke depan.
Pertama, polisi bersama masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Sumatera Utara adalah miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, sehingga tidak boleh mudah dipecah belah dan diprovokasi.
Kedua, polisi bersama masyarakat memberantas narkoba. Ia menyebut Sumatera Utara masuk 3 besar dalam prevalensi penyalahgunaan narkoba, namun ranking 1 dalam pemberantasan. Polda Sumatera Utara telah menggaungkan gerakan “Sumut Menolak Narkoba” serentak dari kabupaten/kota hingga provinsi. Ia menegaskan akan menindak tegas anggota yang terlibat narkoba.
Ketiga, polisi bersama masyarakat memberantas kejahatan jalanan. Berdasarkan data Pusiknas, Sumatera Utara masuk 3 besar angka kriminalitas setelah Polda Metro Jaya dan Jawa Timur, seperti premanisme, curat, curas, dan begal. Hal ini harus ditekan agar investasi dan pertumbuhan ekonomi berjalan baik.
Keempat, polisi bersama masyarakat mewujudkan budaya tertib berlalu lintas. Kecelakaan lalu lintas disebut sebagai pembunuh nomor 3 di dunia. Kesadaran masyarakat Sumut masih rendah dalam penggunaan helm dan sabuk pengaman. Budaya tertib harus dimulai dari diri sendiri.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada anggota yang belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan insan pers.
“Kami sadar dengan jumlah penduduk 700 ribu lebih dan wilayah yang luas, masih banyak yang belum maksimal. Pintu kami terbuka untuk kritik dan masukan. Kabarkanlah nilai-nilai kebaikan di manapun kita berkarya,” tutupnya.
Pertemuan berlangsung akrab dan diakhiri dengan sesi dialog dan foto bersama.(***)













