Reses Tahap III Indra Silaban di Pasar Melintang Diwarnai Tangis Haru, Komitmen Perjuangkan Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu Hingga Perguruan Tinggi

DELI SERDANG, 1kabar.com – Komitmen memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu hingga perguruan  tinggi kembali ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Indra Silaban, saat menggelar Reses Tahap III di Desa Pasar Melintang, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa dan orang tua serta warga sekitar berlangsung penuh haru bahagia , Sejumlah penerima manfaat dan orang tua tak kuasa menahan air mata ketika menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pendidikan yang mereka peroleh.

Para Mahasiswa merupakan penerima manfaat program kuliah gratis yang diperjuangkan Partai PDI P melalui Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan dan rekomendasikan anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang Indra Silaban .Total bantuan yang disalurkan mencapai hampir Rp100 juta, termasuk dukungan uang saku bagi mahasiswa sebesar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Dalam sambutannya, Indra Silaban menegaskan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen memperjuangkan pendidikan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang ekonomi.

“PDI Perjuangan tidak mengenal suku dan agama. Kita tolong semua. Jawa, Melayu, Batak, semua kita bantu. Karena bagi kami, pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” tegas Indra.

Ia juga mengingatkan peserta tentang semangat perjuangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang sejak lama berjuang dalam berbagai keterbatasan untuk membela kepentingan rakyat kecil.

Selain akses pendidikan, Indra turut menekankan pentingnya kesetaraan gender. Menurutnya, perempuan harus memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki, termasuk dalam bidang pendidikan, keluarga, hingga kepemimpinan.

“Laki-laki dan perempuan harus setara. Semua perempuan harus diberi kesempatan yang sama. Karena perempuan juga bisa jadi pemimpin,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Salah seorang mahasiswi penerima program kuliah gratis mengaku termotivasi oleh pesan dr. Sofyan Tan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak menyerah dalam mengejar pendidikan.

“Boleh miskin harta, tapi jangan miskin otak. Itu pesan Pak Sofyan Tan. Program ini memang untuk orang yang kurang mampu agar bisa kuliah dan menjadi orang hebat,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pasar Melintang, David Sagala. Ia menilai program bantuan pendidikan tersebut sangat membantu warganya, khususnya keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Suasana semakin mengharukan ketika salah seorang orang tua mahasiswa penerima manfaat maju memberikan kesaksian. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku kesempatan anaknya untuk mengenyam pendidikan tinggi tidak mungkin terwujud tanpa adanya program tersebut.

“Saya kerja sebagai buruh,tidak ada siikan saya untuk menguliahkan anak saya karena keterbatasan ekonomi,tapi dengan direkomendasikan pak Indra terang program kuliah gratisanak saya jadi bisa kuliah tanpa program ini, anak saya tidak mungkin bisa kuliah. Terima kasih Pak Indra Silaban,” ucapnya dengan suara terbata-bata.

Kesaksian serupa disampaikan seorang mahasiswi yang mengaku berasal dari keluarga broken home dan keluarga buruh. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya tidak pernah membayangkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, berkat rekomendasi Indra Silaban dan perjuangan dr. Sofyan Tan, impiannya untuk mengenyam pendidikan tinggi akhirnya dapat terwujud.

Reses yang sejatinya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat itu pun berubah menjadi momentum penuh haru dan rasa syukur. Bagi para mahasiswa penerima manfaat, bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga pintu harapan untuk mengubah masa depan keluarga melalui pendidikan.

Kegiatan itu sekaligus menegaskan pentingnya keberpihakan dan kolaborasi para wakil rakyat dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. (Tim)

Penulis: TimEditor: Fadly ,Msi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *