BIREUEN | 1kabar.com – Pengawas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Tgk. Hanafiah M. Ali, S.Ag., M.A., mengajak para orang tua untuk senantiasa menjaga, membimbing dan mendidik anak-anak sebagai amanah dari Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Hanafiah saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Jumat (25/9/2026).
Dalam khutbah yang mengangkat tema “Pembinaan Anak Saleh Sesuai Kaidah dan Sunnah Rasulullah SAW”, Tgk. Hanafiah menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk generasi yang saleh dan salehah.
Menurutnya, anak bukan hanya diharapkan menjadi pribadi yang pintar, berprestasi dan sukses secara duniawi, tetapi yang lebih utama adalah memiliki keimanan, mengenal Allah SWT, mencintai Rasulullah SAW serta berbakti kepada kedua orang tua.
Ia mengingatkan, Allah SWT telah memberikan tuntunan kepada orang beriman agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” demikian pesan yang dikutip dari firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6.
Tgk. Hanafiah menjelaskan, pembinaan anak harus dimulai dengan menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini. Orang tua perlu mengenalkan anak kepada Allah SWT dan mengajarkan bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah.
Ia mencontohkan nasihat Luqman kepada anaknya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an, agar tidak mempersekutukan Allah SWT karena syirik merupakan kezaliman yang besar.
“Jangan hanya berharap anak kita pintar dan berprestasi. Lebih dari itu, kita berharap mereka menjadi anak yang saleh, mengenal Allah, mengenal Rasulullah dan berbakti kepada orang tua,” ujarnya.
Selain menanamkan tauhid, Tgk. Hanafiah mengingatkan para orang tua agar terlebih dahulu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Menurutnya, pendidikan paling efektif berawal dari contoh yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip pesan Rasulullah SAW bahwa setiap orang merupakan pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Ajarkan Shalat dan Akhlak Sejak Dini
Tgk. Hanafiah juga menekankan pentingnya mengajarkan shalat kepada anak sejak usia dini. Shalat, kata dia, harus menjadi bagian utama dalam proses pembinaan keagamaan anak.
Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar orang tua memerintahkan anak-anak melaksanakan shalat ketika telah berusia tujuh tahun.
Selain ibadah, pembinaan akhlak juga menjadi bagian penting. Rasulullah SAW sangat menekankan akhlak, baik akhlak kepada Allah SWT, kepada orang tua maupun kepada sesama manusia.
Karena itu, ia mengajak orang tua mendidik anak dengan kasih sayang dan kelembutan.
“Bina anak dengan kasih sayang. Sering-seringlah mencium dan menunjukkan kasih sayang kepada anak, sebagaimana Rasulullah SAW mencium Hasan dan Husain,” pesannya.
Menurutnya, kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat penting dalam proses pendidikan. Anak yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian akan lebih mudah menerima nasihat dan bimbingan.
Biasakan Anak Dekat dengan Al-Qur’an
Tgk. Hanafiah selanjutnya mengajak para orang tua membiasakan anak dekat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama, tetapi perlu dilakukan secara rutin dan konsisten.
Ia memberikan contoh, selepas Magrib orang tua dapat meluangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk membaca Al-Qur’an bersama anak.
“Kita biasakan anak dekat dengan Al-Qur’an. Setelah Magrib, misalnya, luangkan waktu 10 sampai 15 menit bersama Al-Qur’an. Yang terpenting adalah konsisten,” katanya.
Selain ikhtiar melalui pendidikan dan keteladanan, ia juga mengingatkan agar orang tua tidak pernah berhenti mendoakan anak-anak dan keturunannya.
Ia mengajak jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keturunan yang menjadi penyejuk hati serta pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Di akhir khutbah, Tgk. Hanafiah mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membimbing anak-anak dan generasi penerus agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah.
“Mari kita bimbing anak-anak dan generasi kita menjadi anak yang saleh. Jangan sampai kita meninggalkan anak-anak dalam keadaan salah tanpa bimbingan dan perhatian,” pesannya.
Ia berharap Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada para orang tua dalam menjalankan amanah mendidik anak serta memasukkan seluruh keluarga ke dalam surga-Nya yang tinggi dan mulia.
“Semoga Allah memasukkan kita bersama anak dan keluarga kita ke dalam surga yang tinggi lagi mulia. Amin,” tutupnya.
(Nurdin Ismehram)













