Ratusan Massa DPN bersama Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor UP3 PLN di Jalan Listrik-Medan Kota, Desak Pemenuhan Kompensasi Bagi Pelanggan yang Terdampak

Teks Foto : Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama sejumlah Elemen Buruh, Mahasiswa, bergandengan tangan dengan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (UP3 PLN) di Jalan Listrik, Kecamatan Medan Kota, Rabu (10/06/2026). Mereka memprotes kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dinilai sangat merugikan aktivitas warga/(Doks Foto/1kabar.com)

MEDAN | 1kabar.com

Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama sejumlah Elemen Buruh, Mahasiswa, bergandengan tangan dengan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (UP3 PLN) di Jalan Listrik, Kecamatan Medan Kota, Rabu (10/06/2026). Mereka memprotes kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dinilai sangat merugikan aktivitas warga.

Sejumlah organisasi yang turut turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa ini antara lain KSPSI AGN Sumut, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan Petani, Front Peduli Wanita, serta Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).

Ketua FPAN, Reza Nasution, menegaskan bahwa kehadiran massa hari ini bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban Perusahaan Listrik Negara (PLN) atas pemadaman listrik secara sepihak yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Medan dalam beberapa pekan terakhir.

“Hari ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengadakan pemadaman bergilir dibeberapa titik. Kami meminta dengan tegas kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN), mohon jangan ada lagi sistem pemadaman bergilir seperti ini. Cukup luka hati kami beberapa minggu terakhir ini,” ujar Reza, Rabu (10/06/2026).

Reza menambahkan, situasi warga masyarakat kian sulit lantaran pemadaman listrik ini terjadi bersamaan dengan gangguan distribusi air bersih dari Perumda Tirtanadi dibeberapa kawasan Kota Medan.

“Mengingat hari ini kita ketahui bahwasanya PDAM Tirtanadi juga mematikan air dibeberapa titik di Kota Medan. Kami dari DPN mengingatkan PLN untuk bersama-sama memperbaiki sistem yang saat ini mungkin sedang rusak,” tambahnya.

Selain menuntut penghentian pemadaman listrik, massa juga mendesak pemenuhan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak. Reza menekankan agar regulasi kompensasi yang sudah dibahas di tingkat pusat segera direalisasikan secara konkret di lapangan.

“Terkait kompensasi, kami meminta pihak PLN untuk segera merealisasikannya seperti yang telah dibahas di kantor pusat. Kami meminta bukti nyata, bukan hanya omongan dan sekadar meminta maaf,” pungkas Reza tegas.

Menanggapi tuntutan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Manager PLN UP3 Medan, Emmy Robiyah Nasution, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat tersebut. Mewakili manajemen, Emmy kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga akibat gangguan kelistrikan di wilayah Sumatera.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kelistrikan Sumatera yang saat ini masih harus menerapkan manajemen beban,” tutur Emmy.

Terkait dengan desakan kompensasi bagi para pelanggan, Emmy menjelaskan bahwa pihak PLN di tingkat daerah masih menunggu instruksi dan hasil evaluasi menyeluruh dari pusat.

“Terkait dengan kompensasi, kami masih menunggu keputusan dari tim investigasi bagaimana nanti hasilnya. PLN berkomitmen mematuhi regulasi yang berlaku dan akan menjalankan apa pun keputusan resminya,” tutup Emmy.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *