SUASANA PILCIKSUNG GAMPONG JAWA SEMAKIN MEMANAS: DUKUNGAN SAHRUL MENGGELORA, KOMITMEN KAWAL KEJUJURAN

Sahrul Tegaskan: Bukan Cari Jabatan, Tapi Selamatkan Masa Depan Gampong

LANGSA, 11 Juni 2026 — Sejak pendaftaran calon dibuka kembali pasca penundaan, persaingan Pemilihan Geucik Serentak (Pilciksung) Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, benar-benar memasuki babak yang menegangkan. Setiap kubu kini semakin memperkuat barisan, menyatukan tekad, dan memantapkan langkah menyambut hari pencoblosan yang semakin dekat.

Suasana kian memanas ketika ratusan pendukung Sahrul berkumpul penuh semangat di Cafe Rumoh Kawan, Jalan Lilawangsa, Desa Paya Bujuk Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Rabu malam ini. Hadirnya tetua adat, tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda, hingga berbagai lapisan masyarakat,menunjukkan bahwa dukungan kepada mantan Geucik ini telah menyebar luas dan mengakar kuat di hati masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kebersamaan ini, para pendukung menyatakan sikap tegas: mereka siap mengawal proses pemilihan dari awal hingga akhir. “Kami berkomitmen menjaga suara rakyat agar tidak ada kecurangan sedikit pun. Kami mendengar ada upaya dan isu yang tidak sehat dari pihak lawan — jika hal itu benar-benar terjadi, kami tidak akan tinggal diam dan akan bertindak tegas sesuai jalur yang berlaku,” tegas salah satu juru bicara pendukung dengan nada mantap.

0-0x0-0-0#

Menyikapi persaingan yang semakin ketat dan berpotensi memicu ketegangan, hadirin sepakat untuk tetap berpikir jernih. “Pertarungan ini wajar, tapi jangan sampai melahirkan permusuhan. Kalah dan menang itu hal biasa dalam demokrasi. Kalau tidak siap menerima hasil dengan lapang dada, lebih baik jangan terjun. Kita bersaing dengan akal sehat dan sportivitas, bukan dengan cara-cara yang merusak nama baik bersama,” tambahnya.

Di tengah gelombang dukungan yang menggalak, Sahrul hadir menyampaikan niatnya dengan ketulusan yang menyentuh. “Saya maju bukan untuk mengejar jabatan, gengsi, atau keuntungan pribadi. Semata-mata saya ingin mengabdi dan memajukan gampong tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Saya tidak memaksakan diri harus dipilih — jika ada warga yang menilai sosok lain lebih baik dan mampu bekerja, saya pun merestui. Tapi ingatlah satu hal: jangan sampai kita terjebak memilih pemimpin yang hanya penuh ambisi kekuasaan tanpa perasaan. Sebab pepatah lama berkata: salah memilih pemimpin, hancurlah masa depan gampong ini,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Bagaikan buah yang tidak jauh jatuh dari pohonnya, saya sangat bersyukur lahir di tengah masyarakat yang peduli seperti ini. Terima kasih atas kesetiaan yang diberikan. Saya percaya, selama niat kita tulus untuk berbuat baik dan menolong sesama, Allah SWT pasti akan membukakan jalan terbaik bagi kita semua,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.

Di tengah persaingan yang semakin sengit, satu harapan tetap menguat: Pilciksung ini menjadi ajang persaingan yang sehat, melahirkan pemimpin terbaik, dan justru semakin mempererat ikatan persaudaraan anak Gampong Jawa.( #)

( Wan atjeh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *