Empat Tahun Bersama Kapolri Jenderal Listyo, Agus Flores Klaim FRN Hadirkan Ratusan Ribu Masyarakat dalam Aksi Sosial

Jakarta |1Kabar.com. 3 Agustus 2026 – Ketua Umum Forum Respon Cepat (FRN) POLRI, Agus Flores, mengungkapkan perjalanan empat tahun organisasinya dalam menggelar berbagai kegiatan sosial sejak kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, dukungan dan ruang kolaborasi yang diberikan Kapolri telah membuka peluang bagi FRN untuk menghadirkan kegiatan kemasyarakatan yang menjangkau masyarakat luas.

Dalam keterangannya, Agus Flores menegaskan bahwa nilai sebuah pengabdian tidak diukur dari banyaknya relasi, melainkan dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.

> “Berteman itu mudah, tetapi berbuat untuk masyarakat jauh lebih sulit. Yang terpenting bukan seberapa banyak teman yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa kita tinggalkan,” ujar Agus Flores.

Ia menjelaskan, selama empat tahun terakhir FRN secara konsisten menggelar sedikitnya dua agenda sosial berskala besar setiap tahun. Berbagai kegiatan tersebut disebut melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan, hingga unsur TNI dan Polri.

Menurut Agus, jika seluruh kegiatan itu diakumulasikan, jumlah masyarakat yang hadir mencapai ratusan ribu orang.

“Kalau dalam setahun ada dua kegiatan besar dan itu berlangsung selama empat tahun, berarti sudah delapan kegiatan. Setiap kegiatan dihadiri ribuan masyarakat. Silakan hitung sendiri berapa banyak orang yang telah terlibat dan merasakan manfaatnya,” katanya.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Utama Agus menegaskan bahwa seluruh kegiatan FRN tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja. Ia menyebut keberhasilan berbagai agenda sosial merupakan hasil sinergi banyak elemen bangsa.

“Di setiap kegiatan selalu ada kolaborasi antara Polri, TNI, ulama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, pemuda, dan relawan. Kami percaya bahwa kerja bersama akan menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dibanding berjalan sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menilai kehadiran para ulama dalam setiap kegiatan memiliki makna penting karena tidak hanya menghadirkan dukungan moral, tetapi juga doa bagi bangsa dan institusi Polri.

Mengabdi dengan Niat Lillahita’ala Dalam kesempatan tersebut Agus Flores juga menyampaikan pandangannya mengenai makna pengabdian.

Menurutnya, seluruh aktivitas yang dilakukan FRN dilandasi niat Lillahita’ala, sehingga orientasinya bukan mencari popularitas, melainkan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya bekerja karena Allah. Selama niat kita lurus, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan memiliki nilai di hadapan-Nya. Yang terpenting adalah terus berbuat tanpa mengharapkan pujian,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa semangat pengabdian harus tetap dijaga meski tidak selalu mendapatkan sorotan publik.

Apresiasi kepada Kapolri Agus Flores turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya telah memberikan ruang bagi berbagai organisasi kemasyarakatan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial.

Menurutnya, kepemimpinan yang membuka ruang kolaborasi menjadi salah satu faktor penting lahirnya berbagai aksi kemanusiaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri atas kesempatan yang diberikan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berbuat bagi bangsa. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin institusi Polri,” ujarnya.

Agus juga mengatakan bahwa doa untuk Kapolri dan seluruh jajaran Polri selalu dipanjatkan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan FRN.

Pesan untuk Masyarakat Menutup pernyataannya, Agus Flores mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar tidak ragu melakukan kebaikan, meski dimulai dari langkah yang sederhana.

“Jangan menunggu kaya untuk membantu orang lain. Jangan menunggu sempurna untuk mulai berbuat. Kebaikan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari kemampuan yang kita miliki hari ini. Jika dilakukan dengan ikhlas, manfaatnya akan dirasakan banyak orang,” pungkasnya.

Bagi Agus Flores, keberhasilan sebuah gerakan sosial bukan semata diukur dari besarnya acara yang diselenggarakan, melainkan dari seberapa banyak manfaat yang mampu dirasakan masyarakat. Ia berharap semangat kolaborasi antara masyarakat dan berbagai elemen bangsa terus terjaga demi memperkuat persatuan dan memperluas aksi-aksi kemanusiaan di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *