Stafsus Menteri Agama RI Gugun Gumilar Minta Rektorat USU Hentikan Renovasi Gedung Gereja Oikoumene Chapel USU Kota Medan Sebelum Berdamai

Teks Foto : Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia (Stafsus Menag RI), Gugun Gumilar/(Doks Foto/1kabar.com)

MEDAN | 1kabar.com

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia (Stafsus Menag RI), Gugun Gumilar menegaskan rencana renovasi Gedung Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) Kota Medan dihentikan sementara sebelum damai dan bersatu. Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) serta pihak lainnya diminta bersabar, Senin (03/08/2026).

Para pihak yang selama ini paling getol untuk melakukan renovasi sepihak, bahkan terkesan dipaksakan ialah Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), PengurusPagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) Versi Robert Sibarani dan Yayasan Chapel Universitas Sumatera Utara (USU), meskipun tanpa sepengetahuan seluruh Jemaat Gereja.

‎”Saya menyampaikan kedua belah pihak, renovasi tunggu sebentar, sabar dulu sedikit lagi, yang penting aman damai dulu. Renovasi menunggu semua pihak bersatu dulu, kalau sudah bersatu, mau hari ini mau besok silakan renovasi. Pokoknya saya ingin akur dulu, sedulur satu perjuangan dan gereja Chapel kita bersatu untuk Sumatera Utara,” tegas Gugun Gumelar usai berdialog, Senin (0/08/2026).

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia (Stafsus Menag RI), H. Gugun Gumilar berkunjung ke Gedung Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU), di Jalan Dr. Sumarsono Nomor : 66, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Selain berkunjung juga sekaligus silaturahmi dengan para Pendeta, Majelis dan Jemaat Gereja.

Setibanya di depan pintu utama Gereja, Gugun Gumilar disambut oleh Pimpinan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div, Mantan Sekretaris Umum PGIW-Sumut, Pdt. Dr. Langsung Maruli Sitorus, M.Th, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara, Majelis, Pelayanan dan Jemaat.

Dengan senyum khasnya, Gugun Gumilar yang didampingi Ketua MUKI Sumut, Dedy Maurutz Simanjuntak, dan Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia Sumatera Utara, Erbegtus Jiwa Budiman, S.H., M.H menyalami semua yang telah menunggu didepan gerbang Gereja Oikoumene.

‎Usai acara penyambutan dengan tari-tarian atau tortor Batak dan mengalungkan sebuah selendang kasih, kemudian Gugun Gumilar diarahkan memasuki gereja. Di pintu Gereja ia juga disambut puluhan jemaat dengan alunan musik. Di altar gereja Gugun disematkan diulosi sebagai tanda penghormatan dan kasih.

Masih dalam altar gereja, sebelum acara mangulosi, ada kejadian unik dan menjadi perhatian seluruh hadirin. Belum lama duduk dan acara baru akan dimulai, tiba-tiba dua orang anak sekolah minggu maju ke depan, mendekat ke arah tempat duduk Gugun Gumilar, sembari memegang mikrofon menyampaikan suatu permintaan dan permohonan.

Kedua anak sekolah minggu tersebut, memperkenalkan diri, tanpa terbata-bata menyampaikan keinginan serta kerinduanya untuk tetap bisa beribadah di Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini. Permintaan itu kemungkinan didasari lantaran adanya informasi sebelumnya bahwa gereja akan dikosongkan dengan dalih renovasi oleh pihak Universitas Sumatera Utara (USU).

Permintaan itu diterima dan didengar baik oleh Gugun Gumelar. Tidak dapat dipungkiri bahwa polemik internal gereja yang berkepanjangan pada akhir-akhir ini cukup menyita perhatian, hingga anak-anak dan peserta sekolah minggu pun terdampak akibat keegoisan pihak tertentu.

Dalam sambutannya, Gugun menyampaikan harapannya agar semua pihak saling menghormati serta mengasihi antar sesama. Masalah internal gereja dapat diselesaikan dengan kepala dingin, tidak saling ego dendam satu sama lain.

Semua harus berdamai dan mengakhiri segala perselisihan yang timbul belakangan ini. Bahkan ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak saling melapor karena masing-masing akan dirugikan dan tercoreng. Gugun Gunilar meminta laporan yang masuk untuk dicabut.

‎Ia mengakui, kedatangannya ke Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) Medan untuk mendengar pimpinan Gereja Pendeta Gloria, para pendeta dan jemaat termasuk pimpinan Universitas Sumatera Utara (US) terkait masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Ia mengajak semua pihak agar menjaga persatuan dan kesatuan, karena ia yakin kerukunan akan membawa perubahan.

‎”Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersatu, tinggalkan ego kita masing-masing, yang kanan keras yang kiri keras. Karena hidup ini sementara, ngapain kita berantam berantam, semua bersatu,” ujarnya.

Ia menekankan agar jangan mengorbankan para generasi anak muda dan anak-anak sekolah minggu, sebab mereka adalah penerus masa depan semuanya. Pernyataan ini sekaligus jawaban atas permintaan anak sekolah minggu. Ditegaskan Gugun negara menjamin kebebasan beribadah di tempat ini.

Usai kata sambuatan, Gugun Gumilar berfoto bersama bersama para Pendeta, Majelis, Jemaat, MUKI Sumut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar.

Selain itu, dari pihak Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) diwakili Wakil Rektor Muhammad Anggia Muchtar, Direktur Aset Rapido Gultom, dan PIWK versi Prof. Dr. Robert Sibarani, Dr. Timbul Sinaga (anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Diana Barus, Ance Sitohang, dan Pdt. Prof. Risnawaty Sinulingga.

Setelah sesi foto bersama kemudian digelar dialog dan pertemuan terbuka di ruang lantai dua gereja yang dihadiri seluruh nama yang disebutkan diatas.(1kbr/nain-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *