FGD Indikator Makro Deli Serdang, Sekda Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Arah Pembangunan

Teks Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, S.Sos., MAP, Membuka Forum Group Discussion (FGD) Indikator Makro Sosial dan Ekonomi Kabupaten Deli Serdang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Deli Serdang dan Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)di Aula Cendana Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (19/05/2026)/(Doks Foto/1kabar.com/Zulkarnain Lubis)

Deli Serdang | 1kabar.com

Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, SSos., MAP, membuka Forum Group Discussion (FGD) Indikator Makro Sosial dan Ekonomi Kabupaten Deli Serdang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Deli Serdang dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)di Aula Cendana Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (19/05/2026).

Forum Group Discussion (FGD) ini membahas penyelarasan dan validasi indikator makro sosial dan ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di Kabupaten Deli Serdang.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa data statistik yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Data yang valid dan akurat sangat dibutuhkan dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara OPD dan BPS harus terus diperkuat agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” tegas Sekda.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif mendukung keterbukaan serta konsistensi data, sehingga indikator makro yang disusun benar-benar komprehensif dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Deli Serdang, Elly Suharyadi, memaparkan perkembangan indikator makro Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,55 persen (c-to-c), mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,36 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Tahun 2025 tercatat sebesar Rp162,24 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp. 87,59 triliun.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 berada pada 3,11 persen, turun 0,33 persen dibandingkan Maret 2024. Capaian ini menempatkan di Kabupaten Deli Serdang dalam 87,88 persen Kabupaten/Kota dengan tingkat kemiskinan dibawah garis kemiskinan Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 mencapai 78,29 dan berada pada peringkat ke-8 tertinggi dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

BPS juga menekankan bahwa pembangunan manusia harus dilihat secara menyeluruh, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya diukur dari satu indikator, melainkan dari keterpaduan seluruh dimensi tersebut.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *