SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Perhatian publik kembali tertuju pada kondisi infrastruktur jalan nasional di Kota Subulussalam. Lubang berukuran cukup besar di jalur dua, tepatnya di Desa Subulussalam Barat, Dusun Rahmah, Kecamatan Simpang Kiri, membuat warga dan pengguna jalan resah.

Kondisi tersebut bahkan mendorong puluhan pemuda setempat mengambil langkah swadaya dengan melakukan penambalan jalan secara mandiri. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Lokasi jalan berlubang itu berada tidak jauh dari RSUD Kota Subulussalam, sehingga dinilai cukup vital karena menjadi salah satu akses yang banyak dilalui masyarakat.
Hamzah, selaku perwakilan pemuda Subulussalam Barat, mengatakan penambalan dilakukan karena kondisi lubang di tengah badan jalan dinilai sudah membahayakan pengendara.
> “Kami selaku warga dan pemuda setempat melakukan penambalan jalan jalur dua ini, tepatnya dekat dengan RSUD Kota Subulussalam. Di tempat ini sudah sering para pengemudi berjatuhan akibat besarnya lubang di tengah jalan nasional jalur dua,” ujar Hamzah.
Menurutnya, penambalan dilakukan bersama puluhan pemuda Desa Subulussalam Barat menggunakan dana swadaya masyarakat. Langkah tersebut diambil agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir sembari menunggu perhatian dari pemerintah.
“Ini kami lakukan bersama puluhan pemuda sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin terus melihat pengendara menjadi korban karena kondisi jalan yang berlubang,” katanya.
Pemuda Minta Pemerintah Tak Tinggal Diam Hamzah berharap Pemerintah Kota Subulussalam maupun Pemerintah Aceh dapat segera menindaklanjuti kondisi jalan tersebut dengan melakukan perbaikan secara permanen.
Menurutnya, keberadaan jalan berlubang di kawasan pusat kota, terlebih di sekitar rumah sakit, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan masyarakat.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kota Subulussalam dan Pemerintah Provinsi Aceh agar bisa memperbaiki jalan ini secara permanen. Jalan tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat, apalagi lokasinya berada di tengah kota dan dekat dengan Rumah Sakit Umum Kota Subulussalam,” ujar Hamzah.
Aksi pemuda tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat berharap pemerintah terkait dapat segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi jalan, serta mengambil langkah perbaikan agar lubang yang selama ini dikeluhkan tidak kembali membahayakan para pengendara.
Redaksi 1Kabar.com — Syahbudin Padang












