Kalah di Pilkades, Syukran Alias Gunung Gelar Syukuran: Perjuangan Belum Berakhir

SUBULUSSALAM —1Kabar.com  Syukran alias Gunung, calon Kepala Kampong Subulussalam Barat nomor urut 1 yang belum berhasil memenangkan Pilkades 2026, menggelar silaturahmi dan syukuran di kediamannya, Rabu malam (2/9/2026).

Syukuran tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih Syukran kepada keluarga, tim perjuangan, tokoh masyarakat dan seluruh pendukung yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran serta doa selama proses Pilkades.

Pantauan wartawan di kediaman calon nomor urut 1 Syukran alias Gunung, Rabu malam, suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Keluarga, tim pendukung dan sejumlah masyarakat hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan moral setelah hasil Pilkades tidak menetapkan Syukran sebagai kepala kampong terpilih.

Meski mengalami kekalahan dalam kontestasi tersebut, Syukran mengaku menerima hasil Pilkades dengan lapang dada. Ia menilai setiap hasil perjuangan merupakan bagian dari kehendak Allah SWT.

«“Saya tidak menganggap kekalahan ini sebagai akhir perjuangan. Saya percaya Allah punya rencana dan hikmah di balik setiap hasil,” ujar Syukran.»

Ia juga meminta seluruh pendukung tetap menjaga silaturahmi dan tidak larut dalam perbedaan politik.

«“Terima kasih kepada semua yang sudah berjuang. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Mari kita tetap istiqamah dan menjaga silaturahmi,” katanya.»

Sementara itu, mantan Kepala Kampong Subulussalam Barat, Salman Kombih, mengajak Syukran dan para pendukungnya tidak berkecil hati. Ia menilai kekalahan dalam Pilkades bukan berarti berakhirnya pengabdian.

«“Jangan lihat kekalahan ini sebagai akhir. Bisa jadi Allah menyiapkan jalan perjuangan yang lebih besar,” kata Salman.»

Salman juga mengajak seluruh masyarakat mendukung kepala kampong yang telah terpilih, sembari tetap mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif.

«“Yang baik kita dukung, yang kurang baik kita sampaikan dengan cara yang baik,” ujarnya.»

Ia menilai perjuangan tim Syukran selama Pilkades patut diapresiasi. Dukungan yang telah diberikan masyarakat, kata Salman, harus menjadi modal untuk terus berbuat bagi kampong.

Silaturahmi dan syukuran tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Syukran bersama keluarga kembali menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengajak seluruh pendukung menjaga persatuan setelah kontestasi Pilkades berakhir.

Pilkades boleh selesai, tetapi pengabdian dan silaturahmi tidak boleh berhenti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *