SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Di tangan dingin Kapolsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam, AKP Evizar Evizarrianto, persoalan mis komunikasi antara anggota SWI Kota Subulussalam dengan Pj Kepala Desa Buluh Dori Kilometer 11, Mihardi, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi yang berlangsung di ruang kerja Kapolsek Simpang Kiri, Sabtu (15/8/2026).
Dalam mediasi tersebut, Kapolsek Simpang Kiri AKP Evizar rianto turut didampingi Aiptu Hendro selaku Bhabinkamtibmas Desa Buluh Dori Kilometer 11. Hadir pula Ketua SWI Kota Subulussalam

Solin bersama sejumlah anggota SWI serta Pj Kepala Desa Buluh Dori, Mihardi.
Dalam kesempatan itu, Mihardi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota SWI Kota Subulussalam atas adanya kesalahpahaman yang terjadi terkait proses konfirmasi yang dilakukan oleh salah seorang anggota media dari SWI.
> “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Buluh Dori memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh anggota SWI Kota Subulussalam. Mudah-mudahan persoalan ini dapat kita selesaikan dengan baik dan tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujar Mihardi.
Sementara itu, Ketua SWI Kota Subulussalam, Suhendri Solin. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Simpang Kiri AKP Evizar Evizarrianto serta Bhabinkamtibmas Aiptu Hendro yang telah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Simpang Kiri AKP Evizar Evizarrianto dan Bhabinkamtibmas Desa Buluh Dori Kilometer 11, Aiptu Hendro, yang telah memediasi dan membantu menyelesaikan persoalan mis komunikasi antara rekan-rekan media SWI Kota Subulussalam dengan Pj Kepala Desa Buluh Dori,” kata Suhendri.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Evizar Evizarrianto juga menyampaikan apresiasi kepada SWI Kota Subulussalam yang telah memenuhi undangan untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
> “Terima kasih kepada organisasi SWI Kota Subulussalam yang telah menerima undangan kami, begitu juga kepada Pj Kepala Desa Buluh Dori Kilometer 11. Pertemuan ini kita laksanakan untuk menyelesaikan mis komunikasi antara rekan-rekan media dari SWI Kota Subulussalam dengan pihak pemerintah desa,” ujar AKP Evizar.
Ia menegaskan bahwa setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Yang terpenting adalah kita saling memahami, menjaga komunikasi dan menghargai tugas masing-masing. Rekan-rekan media memiliki tugas dalam melakukan konfirmasi dan pemberitaan, sementara pemerintah desa juga memiliki kewajiban memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitasnya. Jika terjadi kesalahpahaman, mari kita selesaikan dengan komunikasi yang baik,” tambahnya.
Mediasi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk menyudahi persoalan dan kembali membangun komunikasi yang baik demi menjaga hubungan harmonis antara insan pers dan pemerintah desa.
Dengan adanya mediasi tersebut, persoalan mis komunikasi antara SWI Kota Subulussalam dan Pemerintah Desa Buluh Dori Kilometer 11 dinyatakan selesai secara damai.
Red, Team// Media SWI Kota Subulussalam












