Bitung | 1Kabar.Com
Laga paling menarik di Fase Grup G turnamen HUT RI ke-81 dan HUT Kodaeral VIII ke-1 tersaji antara Marine Police FC dari Ditpolairud Polda Sulawesi Utara melawan PT Battousai Ono Niha, tim kebanggaan perusahaan perikanan lokal.
Pertarungan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga wujud nyata bagaimana olahraga mampu melampaui batas institusi dan mempererat persaudaraan.
Marine Police FC, yang dikenal memiliki ketangguhan, bakat, dan skill tinggi di bawah asuhan manajer Ipda Suleman Salino, pelatih Ipda Pertus Maabuat, serta asisten pelatih Bripka Crisdiyanto Sidik Tae, tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan.
Mereka lebih dulu membuka keunggulan melalui gol cepat di babak pertama. Semangat pantang menyerah terus tersulut, dan berkat kerja sama tim yang solid, Marine Police FC berhasil menambah kedudukan menjadi 3-0 menjelang jeda istirahat.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Hanya berselang 10 menit setelah restart, mereka kembali mencetak gol keempat, membawa skor menjadi 4-0. Gol hattrick Marcelo dan kontribusi Putra menjadi bukti bahwa talenta ada di mana-mana, asalkan diberi wadah yang tepat.
Suasana sore yang penuh semangat dan keakraban menyelimuti Lapangan Sepak Bola Samuel Languyu, Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII, di Winenet Dua, Aertembaga, Kota Bitung. Pada Jumat sore (31/07/2026) pukul 17.40 WITA,
PT Battousai Ono Niha tidak tinggal diam. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka berhasil membalas satu gol, mengubah skor menjadi 4-1.
Kekalahan tampak sudah di depan mata bagi tim perusahaan ikan tersebut. Namun, kejutan datang di menit-menit akhir tambahan waktu. Tepatnya pada menit ke-90+1, terjadi kerumunan (gemelut) di area penalti yang berujung pada gol kedua bagi PT Battousai Ono Niha.
Skor akhir 4-2 diterima dengan sportif oleh kedua belah pihak, diakhiri dengan jabat tangan dan saling apresiasi yang mengharukan.
Dalam keterangannya usai pertandingan, Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Tim Squad Marine Police FC. Ia menilai bahwa partisipasi aktif dalam turnamen ini menunjukkan bahwa personel Polri tidak hanya tangguh dalam penegakan hukum, tetapi juga berprestasi dan berkarakter dalam bidang olahraga.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk Tim Squad Marine Police atas perjuangan dan sportivitas yang ditunjukkan hari ini. Kalian telah membuktikan bahwa kita bisa bersaing dengan sehat dan tetap menjaga kekompakan,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas dengan nada bangga.
Ia berharap turnamen ini dapat terus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara Polda Sulut, khususnya Ditpolairud, dengan instansi lain seperti Kodaeral VIII, TNI AD, maupun masyarakat luas. “Semoga lewat sepak bola, kita bukan hanya mencari juara, tapi juga membangun karakter disiplin, kerja sama tim, dan rasa kebersamaan yang kuat. Ini adalah investasi sosial yang sangat berharga bagi institusi kita,” tambahnya.
Dengan hasil kemenangan 4-2 ini, Marine Police FC keluar sebagai pemenang dan mengumpulkan poin penting di Fase Grup G.
Perjalanan mereka belum berakhir; pada putaran berikutnya, mereka akan kembali menghadapi tim kuat lainnya.
Para suporter dan rekan sejawat diharapkan terus memberikan dukungan moral agar para pemain dapat tampil maksimal.
Turnamen sepak bola di Kodaeral VIII Manado ini adalah contoh indah bagaimana olahraga dapat menjadi jembatan persaudaraan.
Ketika seragam berbeda—biru laut TNI AL dan biru tua Polri—berada di lapangan yang sama, yang terlihat hanyalah semangat juang dan saling menghargai.
Ketangguhan PT Battousai Ono Niha yang tetap berjuang hingga menit terakhir meski tertinggal jauh adalah cerminan mentalitas juara yang sesungguhnya.
Aba**












