SULUT |1Kabar.Com
Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 digelar sebagai penanda lahirnya generasi baru penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.
Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Komando Daerah Maritim (Wadankodaeral) VIII Manado, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., dengan dihadiri jajaran Pejabat Utama Kodaeral VIII, perwakilan Kodam XIII/Merdeka, Bakamla Sulut, KSOP Sulut, dan Polda Sulut.

Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Lapangan Trisila Mako Satdik 4 Kodiklat, Jalan Pertambangan, Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, pada Jumat pagi (31/07/2026).
Kehadiran Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menjadi sorotan tersendiri. Dengan mengenakan baret biru dan seragam PDH Kepolisian yang gagah, beliau hadir tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai simbol nyata sinergitas antara Polri, TNI, dan instansi maritim lainnya dalam mendukung program prioritas nasional.
Kehadirannya yang bersahabat namun berwibawa mencerminkan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan komunitas nelayan dan koperasi desa.
Dalam amanatnya yang dibacakan atas nama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo, Wadankodaeral VIII Laksma Tony Herdijanto menegaskan bahwa diklat SPPI bukan sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan proses pembentukan karakter manusia seutuhnya.
Program ini dirancang untuk mencetak SDM unggul yang berkarakter kuat dan berintegritas tinggi, guna mengawal pelaksanaan program pemberdayaan koperasi desa dan kampung nelayan secara berkelanjutan.
“Pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki integritas tinggi,” ujar Laksma Tony saat membacakan amanat.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara, tenaga pendidik, pelatih, pembina, dan pengawas yang telah menyukseskan penyelenggaraan diklat. Kepada para lulusan,
ia mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sebagai bekal mengemban tugas mulia sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan yang adaptif, profesional, dan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan.
Nilai-nilai disiplin, loyalitas, tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian yang telah ditanamkan selama pendidikan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.

Terpisah, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan diklat SPPI 2026. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas lembaga yang terlihat hari ini adalah modal utama keberhasilan program pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi kepada Wadankodaeral VIII, rekan-rekan dari Bakamla, KSOP, Kodam, serta seluruh panitia dan instruktur. Sinergi yang kita bangun hari ini adalah bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kombes Pol Bayuaji dengan nada hangat.
Ia juga menyampaikan harapan agar para lulusan SPPI dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing. “Harapan saya, jadikan ilmu dan karakter yang telah dibentuk di sini sebagai senjata untuk memberdayakan masyarakat.
Jadilah penggerak yang jujur, dekat dengan rakyat, dan mampu menjawab tantangan zaman. Polri akan selalu siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah positif kalian di lapangan,” pungkasnya.
Upacara penutupan diklat SPPI di Likupang ini mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan maritim Indonesia tidak hanya soal kapal dan pelabuhan, tetapi terutama soal manusianya. Ketika TNI, Polri, Bakamla, dan instansi terkait duduk bersama merayakan kelulusan para penggerak koperasi desa, itu adalah tanda bahwa negara hadir secara utuh di garis depan perairan.
Bagi para lulusan, medali kelulusan ini adalah amanah berat sekaligus kebanggaan besar. Mereka bukan hanya sarjana pembangunan, tetapi juga garda terdepan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Dan bagi publik, kehadiran aparat yang humanis dan kolaboratif seperti yang ditunjukkan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas adalah jaminan bahwa keamanan laut berjalan beriringan dengan kesejahteraan nelayannya.
Selamat kepada seluruh lulusan SPPI KDKMP dan KNMP 2026! Teruslah bergerak, teruslah menginspirasi. Karena dari desa-desa pesisir inilah, kedaulatan maritim Indonesia sesungguhnya dibangun—bukan dengan kekuatan senjata, tapi dengan kekuatan karakter dan kebersamaan.
Aba **












