Mitra SPPG Paya Pidie: MBG Perlu Dikelola dengan Sistem Khusus

Pidie|1Kabar.com

Rencana pengalihan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah dinilai perlu dikaji secara matang agar tidak menambah beban tenaga pendidik dan mengganggu proses belajar-mengajar.

Mitra SPPG Paya Pidie, Juairiah, mengatakan pelaksanaan MBG memiliki rangkaian kegiatan yang membutuhkan pengelolaan khusus, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengolahan, pemenuhan standar gizi dan keamanan pangan, hingga pengemasan serta distribusi kepada peserta didik.

Sekolah sebaiknya tetap diarahkan pada tugas utamanya dalam mendidik dan membimbing siswa, sementara pelaksanaan MBG ditangani oleh pihak yang memiliki sumber daya serta sistem operasional yang sesuai.

Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan. Ada proses pengadaan, pengolahan, pengawasan gizi dan keamanan pangan sampai distribusi. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan tenaga dan manajemen yang fokus,” ujarnya.

Juariah menilai apabila pengelolaan MBG dibebankan kepada sekolah, terdapat potensi bertambahnya pekerjaan administratif dan operasional yang dapat mengurangi konsentrasi guru terhadap kegiatan pendidikan.

Juairiah berharap kebijakan MBG tetap mempertimbangkan pembagian tugas secara jelas antara sekolah dan mitra pelaksana. Evaluasi dan penguatan sistem, menurutnya, akan lebih efektif dibandingkan menambah tanggung jawab sekolah.

Kami berharap pelaksanaan MBG terus diperbaiki melalui koordinasi, pengawasan dan peningkatan kapasitas pengelola. Tujuannya agar kebutuhan gizi siswa terpenuhi tanpa mengganggu tugas utama sekolah,” katanya.

Juairiah juga mendorong agar setiap perubahan kebijakan terkait MBG dibahas secara terbuka dengan melibatkan mitra SPPG, pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait sehingga keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *