Parman Raih 216 Suara, Unggul dari Golak di Pilkades Tualang: Kemenangan yang Disambut Sukacita

SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Suasana penuh haru dan kebersamaan mewarnai kediaman Parman, calon Kepala Kampong Tualang, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, setelah hasil penghitungan suara Pilkades menetapkan dirinya sebagai peraih suara terbanyak.

Berdasarkan foto formulir rincian perolehan suara yang diterima media, Parman nomor urut 01 memperoleh 216 suara, sementara Golak nomor urut 02 memperoleh 196 suara. Terdapat 2 suara tidak sah, sehingga jumlah seluruh suara tercatat 414 suara.

Kemenangan tersebut kemudian disambut dengan rasa syukur oleh Parman bersama keluarga dan para pendukungnya.

Tim media turut menyambangi kediaman Parman untuk melihat langsung suasana setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai.

Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, Parman terlihat duduk bersama sejumlah kerabat dan pendukung. Beberapa orang dalam foto bahkan mengangkat jari telunjuk sebagai simbol nomor urut 01, seolah menggambarkan rasa syukur atas hasil yang telah diraih.

Di belakang mereka terpampang baliho bertuliskan “PARMAN – CALON KEPALA KAMPONG NO URUT 01 KAMPONG TUALANG”, yang semakin memperkuat suasana kemenangan malam itu.

Tidak hanya sekadar foto kemenangan, momen tersebut juga menggambarkan kebersamaan antara calon kepala kampong dan orang-orang yang selama proses pemilihan memberikan dukungan.

Saat disambangi tim media, Parman menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat Kampong Tualang yang telah memberikan amanah kepadanya.

> “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kampong Tualang yang telah memberikan kepercayaan. Bagi saya, kemenangan ini bukan hanya kemenangan Parman, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Tualang,” ujar Parman.

Ia menegaskan, setelah proses pemilihan selesai, tidak boleh lagi ada perbedaan antara pendukung nomor urut 01 maupun nomor urut 02.

> “Saya ingin merangkul semua masyarakat. Tidak ada lagi nomor satu atau nomor dua. Semuanya adalah masyarakat Kampong Tualang yang harus kita layani dan kita perjuangkan bersama,” katanya.

Parman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menjaga proses pemilihan sehingga dapat berlangsung dengan baik.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab besar yang harus dijawab melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.

Angka di Formulir Menjadi Saksi Dokumen hasil penghitungan suara yang difoto memperlihatkan angka 216 suara untuk Parman dan 196 suara untuk Bolak. Selisih 20 suara tersebut membawa Parman berada di posisi teratas dalam perolehan suara.

Sementara itu, dua suara dinyatakan tidak sah.Dengan demikian, angka 414 suara menjadi catatan penting dalam proses pemilihan Kepala Kampong Tualang tahun 2026.

Kemenangan Parman kini bukan lagi sekadar angka di kertas. Bagi masyarakat, hasil tersebut menjadi awal dari harapan baru agar kepemimpinan Kampong Tualang ke depan dapat membawa pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang merata, serta memperkuat persatuan warga.

Dari sebuah lembar penghitungan suara, lahirlah sebuah amanah baru. Parman kini dihadapkan pada tugas yang jauh lebih besar: membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat Tualang benar-benar layak diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *