Foto : Kepala Desa Sementara Suhendro hadir dalam Proses mediasi masyarakat Petani dan pihak terkait di Desa Sementara Kecamatan Pantai Cermin Sergai pada Kamis ( 09/07). (Ac)
Sergai,1kabar.com-Pemerintah Desa Sementara Kecamatan Pantai Cermin memfasilitasi mediasi terkait surat keberatan tanggal 20 Juni 2026 dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pintu Dam Parit yang sedang berlangsung pengerjaannya di Dusun 2 Desa Sementara. Mediasi ini baru dapat dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sementara,Kamis, (09/07/2026).
Mediasi dilakukan karena adanya polemik yang muncul terhadap pembangunan pintu Dam Parit ini tentang keberatan beberapa petani yang meminta agar pembangunan pintu Dam Parit tidak lanjutkan. Menyikapi hal ini pihak pemerintah desa memfasilitasi mediasi untuk melihat secara langsung permasalahan yang terjadi.
Informasi yang berkembang sejumlah petani mengkhawatirkan pembangunan pintu Dam Parit dapat menyebabkan air melimpah di saat musim penghujan. Kondisi ini menyebabkan beberapa petani menggalang tanda tangan menolak pembangunan ini.
Namun sebaliknya setelah cek lokasi bahwa keberadaan pintu Dam Parit ini sangat berguna di saat kondisi debit air sawah itu berkurang. Sehingga dengan adanya pembangunan pintu Dam Parit ini dapat bermanfaat untuk mengairi sawah masyarakat setempat sehingga masyarakat meminta pembangunan pintu Dam Parit kembali dilanjutkan.
Dalam mediasi tersebut hadir perwakilan Dinas Pertanian Serdang Bedagai, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh pertanian, Penyuluh Kecamatan Pantai Cermin, Kepala Desa Sementara, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama, Kelompok P3A Randu 1 serta masyarakat petani penerima manfaat kegiatan.
Pada rapat mediasi ini terungkap sejumlah masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan pembangunan pintu Dam Parit di area persawahan seluruhnya diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
Usai rapat mediasi dinas Pertanian Sergai bersama masyarakat melakukan peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi real di Masyarakat.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, kekhawatiran akan terjadinya banjir dinilai masih sangat jauh. Kegiatan ini justru dirancang untuk mendukung kelancaran pengairan sawah dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat setempat,” Sebut perwakilan Dinas Pertanian Sergai.
Peninjauan lokasi dilakukan langsung oleh perwakilan Dinas Pertanian bersama staf administrasi dinas dan pihak-pihak terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai dengan kebutuhan petani serta tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.
Menurut pengurus Gapoktan Maju Bersama Desa Sementara Sofian menyebutkan, bahwa dampak banjir yang disebabkan pembangunan Pintu Dam Parit Dusun 2 Desa Sementara ini kemungkinan besar tidak seperti yang dikhawatirkan masyarakat petani. Karena memang sebelumnya pembangunan pintu Dam parit ini sudah dirembugkan. Bahkan di rumah Ketua P3A Randu 1 juga sudah dijelaskan terhadap masyarakat yang keberatan.
“Dengan adanya kegiatan pembangunan Dam parit tersebut masyarakat petani di area persawahan penerima manfaat sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai yang telah merealisasikan permohonan bantuan berupa Dam parit, karena selama ini masyarakat petani sekitar selalu terlambat mendapatkan sumber air, kini setelah dibangunnya dam parit tersebut dapat lebih cepat mendapatkan air sesuai dengan jadwal pola tamam yg sudah ditentukan, ”imbuhnya.
Sebelumnya pada pertemuan di kediaman Ketua Kelompok P3A Randu 1, mereka berkomitmen untuk menjaga pelaksanaan kegiatan agar tetap tertib, aman, dan tidak merugikan petani. P3A Randu 1 berharap program pembangunan pintu Dam Parit ini dapat segera dilanjutkan karena dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat petani di Desa Sementara ini”, ungkapnya. ( ac)












