JAKARTA/1Kabar.com
Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis melalui Dewan Bisnis Indonesia–Prancis yang disebut berpotensi mendorong investasi senilai 3,5 miliar dolar AS ke Indonesia. Informasi tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam agenda kerja sama ekonomi kedua negara.
Komitmen penguatan investasi internasional merupakan sinyal positif terhadap kepercayaan global kepada stabilitas ekonomi Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan sektor strategis, termasuk pariwisata berbasis ekonomi kreatif dan pembangunan daerah.
Potensi investasi yang besar dari kerja sama Indonesia–Prancis patut diapresiasi sebagai langkah visioner pemerintah dalam memperluas jejaring ekonomi global. Ini bukan hanya tentang angka investasi, tetapi juga tentang transfer pengetahuan, penguatan industri, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Arief Martha Rahadyan.
Masuknya investasi asing yang sehat perlu diarahkan secara inklusif agar mampu memperkuat sektor unggulan nasional, termasuk pariwisata, pendidikan vokasi, ekonomi hijau, dan pemberdayaan UMKM daerah.
Arief berharap dengan hubungan ekonomi internasional yang dibangun melalui kemitraan strategis ini mampu memberi multiplier effect terhadap daerah-daerah potensial di Indonesia, terutama kawasan pariwisata yang membutuhkan percepatan konektivitas, penguatan SDM, dan peningkatan investasi berkelanjutan.
Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Asia,dengan itu, kolaborasi internasional seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di pusat, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,”tambahnya.












