SUBULUSSALAM —1Kabar.com. Pemilihan Kepala Kampong (Pilkam) Kuala Kepeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, telah usai. Berdasarkan hasil rekapitulasi, Mustapa Maha, calon nomor urut 1, memperoleh 104 suara.
Bagi Mustapa Maha, raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Usai proses pemilihan, Mustapa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim pemenangan, keluarga, sahabat, relawan, dan seluruh masyarakat Kuala Kepeng yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan.
> “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim pemenangan dan seluruh masyarakat Kuala Kepeng. Terima kasih atas doa, dukungan, tenaga, waktu dan perjuangan yang telah diberikan,” ujar Mustapa.
“Politik Sudah Selesai, Jangan Ada Lagi Saling Sindir”Mustapa menegaskan bahwa seluruh tahapan politik dalam Pilkam Kuala Kepeng telah selesai. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan perbedaan pilihan dan kembali merajut kebersamaan.
> “Politik sudah selesai. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Kuala Kepeng. Tidak ada lagi saling sindir-menyindir, tidak ada lagi perbedaan yang harus dipertajam. Mari kita bersatu,” tegasnya.
Menurut Mustapa, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Namun setelah pemungutan suara berakhir, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan membangun kampong.
> “Mari kita kembali bersatu, bergandengan tangan dan bersama-sama membangun desa kita ini agar lebih maju dari sebelumnya. Kita jangan melihat lagi siapa yang memilih siapa. Sekarang kita semua adalah masyarakat Kuala Kepeng,” katanya.
Mustapa menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui 104 suara membawa tanggung jawab besar. Ia berharap dukungan masyarakat dapat menjadi energi untuk membangun Kuala Kepeng secara bersama-sama.
> “Saya tidak ingin kemenangan ini menjadi kemenangan kelompok atau golongan. Ini kemenangan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persaudaraan dan bersama-sama memajukan Kuala Kepeng,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses Pilkam terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.
> “Kalau selama proses politik ada perkataan atau perbuatan yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Mari kita buka lembaran baru. Politik sudah selesai, sekarang waktunya bekerja dan membangun,” pungkas Mustapa.
Pilkam telah usai. Perbedaan pilihan telah selesai. Kini saatnya seluruh masyarakat Kuala Kepeng bersatu, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama membawa kampong menuju masa depan yang lebih maju.













