MEDAN | 1kabar.com
Keberangkatan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, ke luar Negeri di tengah agenda Nasional menuai sorotan tajam. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan, Wahyu Syahputra, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat, Minggu (17/05/2026).
Sorotan itu muncul usai Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengungkapkan bahwa Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas tidak hadir dalam agenda peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) karena disebut sedang berada diluar Negeri. Menurut Wahyu, absennya kepala daerah dalam agenda penting pemerintahan bukan persoalan sepele.
Ia menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui alasan dan kepentingan perjalanan tersebut, terlebih Kota Medan saat ini masih menghadapi berbagai persoalan pelayanan publik dan pembangunan yang membutuhkan perhatian serius dari pemimpinnya.
“Jangan sampai publik bertanya-tanya dan muncul asumsi negatif karena minimnya keterbukaan informasi. Kepala daerah harus transparan kepada masyarakat terkait agenda keberangkatannya,” tegas Wahyu dalam keterangannya, Minggu (17/05/2026).
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa setiap kepala daerah yang bepergian ke luar negeri wajib mengantongi izin resmi sesuai ketentuan administrasi pemerintahan.
“Ini bukan sekadar soal perjalanan pribadi, tetapi menyangkut etika dan tanggung jawab seorang pejabat publik, Apalagi dilakukan di tengah agenda Nasional dan kondisi Kota Medan yang masih membutuhkan perhatian penuh,” ujarnya.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak bungkam terhadap polemik yang berkembang. Klarifikasi resmi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta menghindari kegaduhan politik diruang publik.
“Pemimpin daerah harus hadir di tengah masyarakat, bukan justru menimbulkan tanda tanya besar saat agenda penting berlangsung,” pungkasnya.(1kbr/mdn-40)












